Negeri di Atas Awan, Lolai Toraja

06:29 0
Kringkkringg kringking. Denting suara alarm menyeka kegiatan sore ini. Sudah pukul lima sore. Mengingat sebentar malam ada acara duduk sambil melintasi beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Kegiatan sore ini dikantor harus dihentikan. Walau ini adalah hari sabtu, pekerjaan yang tidak bisa dibendung banyaknya memaksa kami harus menyelesaikannya di hari libur. Apalagi salah seorang teman sedang cuti, dan pekerjaannya dilimpahkan sepenuhnya.

Sembari mengingatkan kembali posisi teman yang fix berangkat, kami berkomunikasi via line dan BBM. Menyiapkan perlengkapan untuk hangout selama dua hari. Tujuan kami kali ini adalah Lolai (negeri di atas awan) Toraja. Salah satu Kabupaten andalan Sulawesi Selatan dengan objek wisata budaya, alam, dan sejarahnya yang tidak tertandingin oleh kabupaten lainnya. Ke Toraja, Setelah sebelumnya keinginan untuk ketempat ini tertunda karena teman kerja, pemuda asal Medan dan Palu harus kembali ke tempat asalnya.

Pukul 20.00 wita kami berangkat dari kota Maros menyusuri aspal dingin yang baru saja kering diterpa hujan sore tadi. Alam sebagai joki andalan, mengendarai kuda dengan mulus. Tiba di kabupaten pertama setelah melewati Butta Salewangan, bergabung seorang pemuda lokal pangkep dalam perjalanan yang menakjubkan kali ini. Nawir, Halim dan Rustan.

Seperdua malam yaitu pukul 00.30 kami tiba di kabupaten Enrekang. Tepat di hadapan gunung nona yang menatap kami menantang. Tapi segera kami tepis dengan semangkuk mie instan rebus ditambah telur sebagai menu andalan anak muda kere. Warung – warung disini sengaja dibuat dengan tekstur bangunan yang tinggi. Dan dibagian belakang dibuat terbuka agar membuat pengunjung tertarik dengan suasananya. Walaupun sudah tengah malam, samar -samar terlihat bentuk gunung nona di kejauhan. Mungkin akan lebih menarik berada di warung ini pada siang hari. Apalagi dengan hembusan angin sepoi yang memanjakan.

Setelah rehat sejenak. Pukul 01.00 Kami melanjutkan perjalanan dengan oleh oleh teng teng berbentuk balok yang ditawarkan oleh masyarakat lokal, katanya berkhasiat menghilangkan dingin bagi pemuda (sudah kayak selimut). Sekitar pukul 03.00 dinihari kami sampai di pusat kota Makale. Icon kotanya adalah sebuah kolam besar yang ditengahnya terdapat patung pemuda berdiri. Di dalam kolam terbias warna lampu yang wana warni dari hotel dan kantor pemerintah yang ada disekelilingnya. Di tempat ini terlihat rombongan pemuda yang awalnya kami pikir adalah penduduk lokal. Ternyata mereka adalah pengunjung dari Makassar yang juga akan menuju ke lolai (negeri di atas awan).

Kebetulan ini adalah kunjungan pertama kami berlima, dan kami belum tahu jalur menuju Lolai Toraja.  Kami mengikuti rombongan pemuda tadi. Di persimpangan kota Rantepao setelah melewati patung kerbau belang ada sebuah gereja yang disampingnya berjejer rumah tongkonan yang kelihatannya masih baru. Berbelok ke sebelah kiri dan mengikuti petunjuk dari rombongan tadi. Dengan mengendarai motor mereka dengan gesit melintasi jalur mendaki menuju lolai. Dengan jalan yang berliku menanjak, ini sedikit menjadi tantangan buat Alam. Tapi itu mampu dilewati dengan seksama.

Pada tahap awal, ada sebuah lokasi yang dijadikan  basecamp oleh pengunjung yang mungkin juga dari Makassar. Tapi disini tidak terlalu ramai. Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Setelah beberpa kilometer dari lokasi tadi, antrian kendaraan sudah mulai nampak. Walaupun dinihari menjelang subuh begini masih banyak kendaraan yang mengatur posisi parkir. Kabarnya banyak dari mereka yang memang memanfaatkan waktu dinihari menjelang subuh begini untuk menunggu pagi dan tidak ingin menginap di puncak lokasi tongkonan lempe.

Akhirnya kami sampai pada pukul 03.40. Sebelum memasuki lokasi ada sebuah pos yang dijadikan tempat pembelian karcis. Dan biaya karcis masuk Lolai tergolong murah, yaitu Rp. 10.000 per orang. Dan untuk biaya penjagaan (parkir) kendaraan adalah Rp. 10.000. Mencari lokasi di antara tenda tenda yang telah dibangun (disewakan). Akhirnya dapat lokasi disamping kiri tongkonan lempe. Di puncak ini terdapat lima Tongkonan yang kabarnya dari keturunan keluarga Lempe.  Makanya tongkonan pada puncak ini disebut “tongkonan Lempe”. Di dalam tongkonan terdapat pengunjung yang beristirahat. Entah berapa sewa satu malam di tongkonan ini. Tapi untuk tenda ditaksir sekitar Rp. 130.000 – Rp. 150.000 per tenda sudah lengkap dengan kasurnya. 

Tempat sholat di Toraja

Selama perjalan di Toraja, belum pernah nampak sosok masjid. Mungkin belum berjodoh menemui masjid di kabupaten yang mayoritas non muslim ini. Tapi pada Tongkonan Lempe sisi kanan ada pemandangan menarik. Tongkonan ini digunakan sebagai tempat sholat dan ini lokasinya di Lolai. Meskipun tak ada mushollah seperti di tempat wisata pada umumnya, di tempat ini tersedia tikar dan beberapa helai sajadah. Subuh hari secara bergantian pengunjung yang beragama islam memanfaatkan tempat ini untuk menunaikan keajaiban, mensyukuri nikmat dan keindahan pandangan yang diberikan oleh sang penciptanya. Dibelakang tongkonan ini juga terdapat tempat wudhu dan wc umum gratis.

Detik munculnya awan

Pada pukul 05.00 ramainya pengunjung sudah terlihat, mengambil posisi menanti terbitnya matahari (sunrise) di ufuk timur gunung toraja. Setelah cahaya sudah mulai menerpa bumi gerombolan awan mungil datang menampakan wajah manisnya. Mirip ikan koi yang muncul di antara ikan jabir dari sebuah kolam ikan. Subhanallah ! indah dan damai sekali suasana pagi itu. Sungguh besar mahakarya dan maha kuasanya Allah. Hamparan awan yang menyelimuti seluruh wilayah pemukiman di Toraja. Hanya terlihat puncak gunung berwarna biru gelap di timur sana. Rasanya benar benar seperti sedang berada di negeri di atas awan. Mungkin hampir mirip di film perjalanan mencari kitab suci, saat kera sakti saat sedang berada di negeri dewanya.

Pengunjung dengan senjata andalan modernnya mengambil pose respect jika sedang berada di depan kamera. Ada yang memakai tongsis, drone, gopro, DSLR, dan kamera handphone.  Mengabadikan moment berharga di minggu 11 Desember 2016 ini. Kami tak mau ketinggalan, dengan memanfaatkan kotak digital seadanya. Jepretan demi jepretan mulai terdengar. Aktor dengan berbagai gaya sudah mulai beraksi.  

Mungkin pertanyaan yang sering mengganggu calon pengunjung negeri di atas awan Lolai Toraja adalah kemunculan awan yang masih belum bisa diprediksi. Tapi hari itu keberuntungan berpihak, walaupun pada saat berangkat dari Maros masih hujan. Setelah di puncak lolai ini cuaca sangat mendukung. Tips, biasanya akan ada cerah setelah hujan, dan awan akan senang jika menghiasi langit yang pernah basah.  Dan kemunculan awan yang cukup lama yaitu pada pukul 05.00 – kami pulang yaitu pukul 09.00. 



Wisata Tongkonan di Kete' Kesu
Sebelum kembali ke Palopo kami menyempatkan diri mampir untuk wisata budaya dan sejarah di Kete' kesu. Salah satu objek wisata yang tersedia disini. Saat masuk ke gerbang utama, berjejer tongkonan yang beberapa diantaranya di bagian atap sudah ditumbuhi tumbuhan. Salah satu tongkonan yang berukuran besar ternyata adalah sebuah museum. Di dalamnya terdapat benda benda pusaka, koin yang digunakan sebagai alat pertukaran, perlengkapan dapur bahkan sampai pakaian orang dulu toraja terdapat di tempat ini.

Menelusuk ke bagian belakang, terdapat lokasi penguburan mayat. Tapi disini mayat mayat yang sudah lama, karena banyak yang terlihat tinggal tengkorak dan peti yang sudah lapuk.

Manfaat Positif Bloging Bagi Mahasiswa

06:13 0
Mahasiswa adalah usia produktif untuk pengembangan diri. Di usia ini sangat rentan dengan berbagai gejala penyakit. Penyakit untuk sukses, gagal, berperilaku positif/negatif, agamis, apatis, ateis, hura – hura, hiking, ilmiah, analisis dan masih banyak penyakit lainnya. Bahkan penyakit yang akut pun bisa timbul pada masa ini.

Menurut Albert Einstein “Cobalah untuk tidak menjadi orang sukses, tapi jadilah orang yang bernilai”.  Dan itu bisa dibangun pada masa masa mahasiswa. Berbagai penyakit bisa disembuhkan atau dicegah  dari keputusan kita sendiri. Dan penyakit diatas merupakan pilihan yang dibangun dari kebiasaan yang terlatih.

Prinsip dari Albert Einstein diatas bisa dijadikan panutan dan tombak awal untuk menjadi seorang bloger di usia mahasiswa. Tak harus menunggu sukses agar bisa berbagi ilmu, karena sukses hanyalah sebuah penilaian dari orang lain  dengan pertimbangan karya karya dan perbuatan perbuatan yang bernilai.  

Menjadi seorang blogger juga adalah penyakit yang positif. Karena ketika menjadi seorang blogger maka kita bisa bermanfaat langsung, baik bagi diri sendiri dan orang lain. Dalam berbagai postingan terdapat banyak sekali manfaat blogging, ada yang memanfaatkan untuk ladang bisnis, ladang amal dan ladang pembelajaran. Terkhusus bagi mahasiswa dari berbagai manfaat positif bloging berikut diantaranya :

1. Berbagi ilmu tanpa bertemu langsung.

Bloging adalah proses menulis gagasan yang menghasilkan artikel dan bermanfaat bagi pembacanya. Seorang akademisi seperti mahasiswa pasti telah memiliki berbagai ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari lahir hingga lulus sekolah menengah  atas/kejuruan. Dalam tahap hidup di usia sekolah formal selama kurang lebih 12 tahun, pasti banyak  transfer ilmu dari guru guru yang mengajar secara ikhlas. Sebagai siswa yang iklas menerima transfer ilmu ini, akan banyak hal baru yang ditangkap dan itu bisa kita bagikan kembali dari sudut pandang kit a sendiri. Ilmu yang dimiliki akan bernilai jika dimanfaatkan / diajarkan kepada orang lain. Jika kita berbagi maka ilmu yang dimiliki pun tidak akan berkurang malah sebaliknya, akan bertambah. Bloging adalah media yang sangat baik apabila seorang mahasiswa ada yang ingin membagi ilmu, tapi kurang percaya diri jika harus menjadi seorang guru di kelas (bertatap muka). Nah dengan bloging, tanpa bertemu secara langsung kita sudah bisa membagi dan membuat orang lain mengerti arah pikiran kita.

2. Menulis, jangan hanya bisa membaca

Manfaat bloging yang kedua adalah mampu menulis. Banyak dikalangan para akademisi yang sukses tapi punya kemalasan jika diminta untuk membuat sebuah tulisan. Dengan menjadi blogger di usia mahasiswa kita sudah belajar menulis gagasan. Jika semua buku yang ada di perpustakaan harus dibaca secara bergilir selama beberapa tahun, maka akan habis ilmu dari buku itu, dan terkumpul di dalam otak si pembacanya.  Jika isi buku itu berhasil transfer 100% ke dalam otak, maka apa yang harus dibaca jika tidak ada sebuah tulisan. Maka dari itu jadilah orang yang bisa membaca juga  handal dalam bidang menulis. Menulis juga sangat baik untuk dilatih, karena pada setiap semester akhir setiap  mahasiswa akan membuat skripsi yang isinya disusun dengan menulis.

3. Mampu menyimpulkan
Menjadi seorang blogger, akan menciptakan kebiasaan membaca dan menulis, tapi yang lebih utama adalah membaca. Karena salah satu dari ketiga inspirasi menulis dari Tere Liye adalah (1) melakukan perjalanan (2) bertanya pengalaman orang lain; dan (3) membaca.  Setelah membaca maka seorang blogger akan mampu memberikan kesimpulan dari apa yang dibacanya, untuk selanjutnya dituangkan dalam tulisanya dan gagasan yang diungkapkan kepada orang lain (baik secara face to face, maupun sdengan tulisan). Terkadang setelah membuat sebuah tulisan, sebagai bahan referensi buat diri sendiri, para blogger akan menyimpulkan sendiri apa inti dari tulisannya.

4. Mencari penghasilan
Dalam blogging, ada beberapa mahasiswa yang memanfaatkan untuk ladang bisnis demi memperoleh penghasilan. Pada dunia blogger, ada sebuah jurus ampuh untuk memperoleh uang dari hasil tulisan di blog. Jurus itu adalah google adsense (pengiklanan google). Kita bisa membuat google untuk memasang iklan di blog kita, dengan cara menarik hatinya dengan tulisan tulisan yang menarik dan bermanfaat untuk orang lain. Selain iklan dari google kita juga bisa memanfaatkan blog sebagai media penjualan online. Sudah banyak saat ini blog yang berfungsi sebagai sarana promosi maupun penjualan online.

5. Membuat bacaan online
Tanpa disadari, beberapa postingan yang dibuat secara terus menerus dan update akan menjadi sebuah buku online. Untuk jaman android seperti saat ini, akan membuat mahasiswa malas berdiri lama lama di depan mading (majalah dinding kampus) maka dengan informasi yang dibuat oleh para blogger akan membuat sebuah bacaan online yang membuat kenyamanan bagi para pembaca dengan kesan lebih segar. Bukan hanya bagi mahasiswa, bagi pembaca umum pun lebih sering mencari bacaan di internet dibanding membuka buku secara langsung. 


Ada banyak manfaat bloging bagi para mahasiswa, yang pasti blog adalah media untuk membuat dan menyebarkan gagasan secara merdeka, tanpa tindakan anarkisme. Blog adalah sarana positif yang memiliki banyak manfaat bagi anak muda yang asli. Asalkan membuat tulisan dan mendoakan para pembaca untuk terus berpikir positif.

Kata Abu, Jangan Jadi Anak Muda Palsu

07:17 1
Air Terjun Maddenge (Camba)
"Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia" kutipan kata dari presiden pertama republik Indonesia. Singkat, tegas, dan jelas. Maknanya dalam dan fokus sama pemuda. 

Mengapa harus pemuda? Mengapa bukan pemudi atau pemadam ? *ehh*.
Karena pemuda punya segudang potensi dan segudang kekuatan yang tidak dimiliki orang tua,*sudah pasti lah*. Yang muda, lebih kuat tenaga dari orang tua, tapi belum tentu lebih kuat pengalaman dan pengetahuan. 

"Talk less do more" - artinya kurangi bicara, perbanyak bertindak. Prinsip yang harus dipahami anak muda jaman sekarang. Meskipun sepertinya kata tersebut lebih mirip iklan rokok, tapi prinsip ini sudah banyak dianut dinegara negara lain, alangkah baiknya jika prinsip tersebut juga dikembangkan di negara kita khususnya bagi pemuda. Hal itu sangat berkaitan dengan pepatah produk lokal yang berbunyi "tong kosong nyaring bunyinya" banyak bicara yang tidak ada artinya. 

"Jangan jadi anak muda palsu" kata Abu, artis instagram yang tenar dalam film uang panaik mahar(l) Makassar. Kesannya lucu, tapi jika dipahami dari sudut pandang yang lain itu merupakan motivasi dan semangat bahwa pemuda memang punya segudang kekuatan yang harus terus dipacu, dan menjadikan masalah hidup sebagai landasan pacu agar bisa terbang.
Sebenarnya abu mengatakan hal tersebut untuk memotivasi temannya yang sama sama anak muda. Sebagai anak muda Bugis Makassar mereka tidak boleh patah semangat, berjuang demi apa yang diharapkan. Seperti kata pepatah Bugis Makassar "Sekali layar berkkembang, pantang biduk surut kembali" Artinya ;  Ketika kita sudah merealisasikan tekad/niat Maka, pantang bagi seseorang untuk menyerah (surut kembali). 

Anak muda masih punya tenaga berjalan ke masjid untuk melakukan shalat berjamaah, mengajak orang lain kedalam kebaikan dan bermanfaat dilingkungannya. Setidaknya sebagai pemuda bisa sedikit bedalah dari orang tua yang hanya menuntut kebaikan dari anak anaknya. Dialah yang  menjadi objek untuk menjadi baik. 

Yang muda yang berkreasi, *iklan lagi*.
Jadilah anak muda Asli, Jangan jadi anak muda palsu yang dituduhkan abu. Bukan hanya lumbung harta yang harus dikumpulkan, tapi lumbung pahala juga harus diprioritaskan dari muda.
semangatki anak muda.



























Dibalik Kata “ Santai Saja, ini Hanya Dunia ”

06:47 0
Terlihat seorang anak muda yang sedang asik menikmati harinya.  Da berdiri disana sudah sejam lebih. Mencoret tembok dengan pilox, di tepi jalan yang agak tersembunyi dari keramaian. Meluapkan emosi dari imajinasinya.  Kreatif sekali.  Gambar yang dihasilkan pun bernilai seni tinggi. Sangat jarang ada anak muda yang mempunyai bakat sehebat dirinya. Jika hasil coretan piloxnya itu dikonversikan ke lukisan yang dipasang pada pameran pameran pelukis terkenal, maka itu akan jadi  sangat menarik dan terkesan “mahal”.

Aksi anak muda itu dilakukan disore hari, kala matahari sudah mengeluarkan cahaya orange. Tembok yang menghadap ke barat, (arah kiblat yang dianut masyarakat indonesia), itu berkilau dengan warna dasar kuning. Terbias cahaya orange menyilaukan mata, memancing seorang anak muda lainnya untuk menghampiri.

“Apa yang kamu lakukan disini? Jangan mengotori sembarangan. Kalau mau melukis, di buku gambar sana !” seru anak muda yang baru datang itu.

“Ini kan milik umum, terserah saya mau melukis dimana”. Pembelaan dirinya.

“Santai maki’ saja ces. Dunia ji ini. (santai saja ini hanya dunia), jangan terlalu serius hanya karena mau terlihat hebat”. Seru anak muda itu lagi.

“harusnya kamu yang santai, jangan peringati orang lain kalau kamu juga hanya sibuk mengejar dunia”. Tangkisannya.

Ternyata mereka adalah sahabat yang sedang mengalami masalah. Setelah lulus, masing masing sudah terlalu sibuk dengan aktifitasnya, dengan rutinitasnya dan dengan orang orang baru yang mereka temui yang lebih sibuk dari biasanya.

Dunia memang tempatnya kesibukan, sibuk bekerja, sibuk belajar, sibuk mengurus (menurus anak/istri/suami/keluarga), sibuk beribadah dan sibuk yang lainnya. Dunia terlalu sibuk sampai - sampai membuat banyak manusia lupa bahwa dirinya tidak akan hidup selamanya.

Tapi kita tahu bahwa dibalik kesibukan yang dilakukan seseorang itu semua pasti punya tujuan. Tergantung manusianya, apakah tujuan yang ingin dicapai sementara atau selamanya, tujuannnya dunia atau dunia dan akhirat.

Kembali ke kata “Ini hanya dunia, santai saja!” sebenarnya itu hanya ungkapan untuk para pemburu. Pemburu kemewahan dunia. itu hanya sekedar peringatan bahwa jangan terlalu sibuk dengan tujuan dunia yang belum jelas apakah itu baik atau tidak. Jangan jadi pemburu yang terlalu ganas.  Karena cepat atau lambat nafas tak akan bisa menyatu dengan raga.  Sekuat apapun engkau di masa muda,  pasti akan tiba hari tua yang membuatmu menyesali kekuatan yang tidak dimanfaatkan dengan baik.

 Ada juga yang menyalahartikan ungkapan ini ke hal hal yang menyangkut kegiatan agama . Misalnya orang yang ibadahnya rajin dikatain begitu. Tidak takut dosa? Orang yang seperti itu yang harusnya diperingatkan bahwa dunia hanya sementara.

Ini hanya dunia, dunia akan tetap menjadi dunia tempat orang akan terlena. Jadi hati - hati, dan jangan lupa untuk saling nasehat menasehati dalam menetapi kebenaran dan kesabaran. 

Hutan Kota Maros - Sarana silaturahmi

15:21 0
Maros punya arena olahraga baru yang lebih segar dan lebih mudah dinikmati berbagai kalangan.  Ada beberapa arena untuk merenggangkan otot di tempat yang dijuluki oleh masyarakat sekitar ini sebagai "hutan kota" (forest of the city).  Letaknya yang berdampingan dengan ptb (kawasan wisat kuliner maros)  ini membuatnya lebih strategis untuk dikunjungi saat ada waktu luang.  Misalnya akhir pekan.  Banyak keluarga yang menghabiskan waktunya disini,  sembari menikmati quality timenya.  

Pemerintah setempat mendapat pujian baik dari masyarakat yang suka berolahraga  sambil berwisata kuliner.  Misalnya sore hari,  setelah puas menurunkan kalori dengan berlari mengelilingi kompleks kantor bupati maros,  masyarakat bisa langsung menuju ptb untuk menambah asupan makanan ke perut.  

Begitupun di pagi hari,  jangan khawatir perut anda kosong,  karena banyak di sekitar kawasan hutan kota ini yang menjajakan nasi kuning ataupun bubur hangat yang bisa langsung santap.  

Di siang hari banyak anak muda yang menghabiskan waktunya di tempat ini,  baik mahasiswa,  anak sekolahan,  maupun pekerja.  Banyak yang memanfaatkan meja - meja yang terbuat menyerupai batu ini sebagai tempat diskusi maupun hanya sekedar nongkrong santai.  Karena banyak pohon rindang yang tumbuh,  dimaaatkan juga oleh beberapa penikmat hutan buatan ini menggantung hammock .

Sebenarnya lokasi ini sangat cocok untuk. Masyarakat yang tinggal di Perumahan, selain sebagai arena refreshing dan olahraga,  juga sebagai arena untuk silaturahmi.  Mempertemukan seseorang dengan orang lain yang tinggal sekabupaten dengannya.  Memupuk kembali semangat bermasyarakat serta jiwa sosial yang saat ini mulai luntur di budaya teknologi modern.  
Jangan lupa di seberang hutan kota ini ada masjid besarnya maros.  Kita bisa menggabungkan paket olahraga,  wisata kuliner dan wisata religi di Maros dengan satu kali jalan.  

Puisi - Muhasabah Senja

07:03 2
Masih dengan labirin senja. 

Membawa syahdu dalam bayangan. 

Tenggelam di ufuk tanah yang lapang. 

Terlelap dalam kilau cahaya. 



Masih tersesat di labirin hidup. 

Membawa liku,  pilu dan sendu. 

Tenggelam dalam manisnya buaian. 

Terlelap di uforia yang melenakan. 


Beranjak dari tawa yang dangkal. 

Berjalan dengan tangis yang sakral. 


Menggenggam harap dari sebuah janji. 


Yang terucap sebelum jasad terlahir.


Muhasabah senja. 

Perbaiki diri dengan anggapan. 

Berniat baik dan berharap baik. 

Bermunajat akan rindu sang cinta sejati. 

Syuk.ron 150816.

Jangan Pernah Merasa Menjadi Penguasa

06:58 0

Waktu silih berganti, membawa peradaban memihak kepada penguasa. Penguasa yang selalu mencoba menggali apapun yang dianggapnya bisa memperkuat tahtanya. 


Hai yang merasa hebat dengan pernak pernik yang mengagungkan. Sungguh indah riasanmu, kau sungguh membuat iri orang orang yang melihatmu. Langkahmu yang begitu tegak, wajah menengadah, dada yang dibusungkan dan tepuk langkah kaki dari sepatu bercorak terkenal. Sungguh mewah dan glamour.

Apapun yang terlontar dari lisanmu  begitu manis, seolah itu adalah granat yang harus sesegera mungkin dilemparkan, apabila tidak akan meledak!!! meraib yang seharusnya bisa diselamatkan.

Sayang,
Itu semua hanya sementara, itu semua hanya titipan tuhan. Yang, jika tidak dikembalikan, akan pulang dengan sendirinya. Dengan cara apapun dia akan berusaha kembali kepada pemilik yang sesungguhnya.

Jangan pernah merasa dunia selamanya, karena akan tiba waktu takkan ada yang bisa berkuasa, takkan ada yang bisa memerintah, takkan ada yang bisa dijadikan tameng pelindung.
Semua akan dilakukan sendiri, tanpa ringan tangan dari orang lain, tanpa lap/kanebo yang bisa membuat mengkilap *ini apa?*.

Wewenang, kadang bisa membuat bijaksana, tapi tak jarang membuat bajak-sana sini. Bukan hanya ladang sendiri tapi ladang orang lain kadang dirasa menjadi milik sendiri.





Like this ya