Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Puisi - Muhasabah Senja

07:03 2
Masih dengan labirin senja. 

Membawa syahdu dalam bayangan. 

Tenggelam di ufuk tanah yang lapang. 

Terlelap dalam kilau cahaya. 



Masih tersesat di labirin hidup. 

Membawa liku,  pilu dan sendu. 

Tenggelam dalam manisnya buaian. 

Terlelap di uforia yang melenakan. 


Beranjak dari tawa yang dangkal. 

Berjalan dengan tangis yang sakral. 


Menggenggam harap dari sebuah janji. 


Yang terucap sebelum jasad terlahir.


Muhasabah senja. 

Perbaiki diri dengan anggapan. 

Berniat baik dan berharap baik. 

Bermunajat akan rindu sang cinta sejati. 

Syuk.ron 150816.
Puisi - Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Engkau Dustakan

Puisi - Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Engkau Dustakan

06:23 0
Saat mata terpejam,
Hanya asma nya yang teringat.
Teringat juga terucap
Terucap meski tak bernada.

Tak pernah sejengkal jarak berlalu begitu saja,
Tanpa syukur kepadanya.
Tak pernah kulangkahkan kaki yang penuh dosa,
Hanya tuk mengakrabi dosa itu. 

Meski hati kadang terlupa
Khilaf tak bisa dielakkan
Tapi sungguh rasa syukur
atas lindungan selalu tersua dalam hati.

Adakah hal yang terjadi padamu selain karena kehendaknya ?
Tidak !!!
Sungguh tidak !!!

Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan ?
Atmosfer yang kau hirup begitu saja.
Tanah yang kau pijaki dimana pun.
Serta air yang kadang tak kau gunakan berwudhu.

Fabiayi ala i rabbi kuma tukassiban.
Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan.


Bantimurung, 15 Agustus 2015
Syukron
Puisi - Penjara Hati

Puisi - Penjara Hati

22:02 1
Ini bukan kisah tentang cinta
Tapi tentang monyet yang terjebak.
Terjebak di liku kisah lalu yang suram
Bak lumbung padi yang menumpuk.

Yang terdalam memenjarakan hati
Risau menatap langkah disetiap tikung
Mencoba tuk menepi, namun kisah ini sungguh dahsyat.
Memenjarakan monyet dengan cinta.

Terkadang harap ini terpejam
Tapi selalu ada rasa yang meluap.
Meluapkan amarah sang monyet dengan cinta yang besar.

Kilatan hati merintih hujan
Percikan rasa yang terdalam 
Tuk menuju kasih yang besar.

@zyuk_ron 22 februari 2015

Puisi - Risalah Cintamu

Puisi - Risalah Cintamu

03:22 0
Risalah cintamu
Oleh : Muhammad Syukur

Risih yang terbersit dalam hati
Kala mengingat kelam masa lalu yang selama ini menghantui
Gadis cinta monyetku yang pertama kalinya mengukir perasan galau,
Menyisahkan gundah, melonglongkan rasa kalut
Yang Selama hidup ini baru pertama kali terasa, dan seakan mengikis hati ini.

Teringat malam dimana rintihan hujan membasuh hati ini
Hingga menusuk seluruh relung hati yang paling dalam.
Merasa tersakiti ? siapa orang yang merasa tersakiti itu ?
Apakah orang itu adalah aku, sang mantan atau sahabat yang menjadi mantan dari mantanku?
Ah, Itu semua hanyalah lontaran khayalan yang kadang datang lalu pergi lagi.

Ku hanya orang biasa yang tak punya spekulasi kata kata yang tinggi
Dan tak mampu beretorika untuk meyakinkanmu.
Walau kadang orang menyebut cinta kita cinta monyet
Tapi engkau datang sekejap
Bagai peri yang mampu membuat semua monyet suka dengan pelangi.
Membuanya mampu menghisap kumbang
Dan melupakan kelamnya musim hujan,
Hingga kisah baru terukir kembali.
Bantimurung, 04 Januari 2015


Harap Di Akhir Tahun

Harap Di Akhir Tahun

05:08 1
Tutup buku di akhir tahun
Kembali menengok kisah di tahun ini
Cinta, persahabatan, perpisahan
Pekerjaan, pelajaran, Ketahanan
Jatuh bangun, bahagia, tangis dan semua goresan tinta

Torehan Semangat dari ayah ibu,
Melengkapi hari yang penuh arti,
demi bekal selama hidup,
 
Berharap Selalu dapatkan yang terbaik.
Dipenuhi dengan hari yang berkah.
Dihiasi dengan kasih yang hangat.
Serta Dirangkul oleh orang orang kesayangan.

 
Puisi - Indahmu Dulu

Puisi - Indahmu Dulu

07:24 0
Gertakan senjata dari kompeni baru itu mengingatkan,
Seringainya mengaum keras menghantam segala apa yang disisinya.
Menghujani demonstran dengan hujan buatan.

Dulu gemuruh peluru yang terdengar
Tapi kini gemuruh kendaraan yang semakin padat.
Dulu sejuknya udara yang selalu menemani langkah ini
Tapi kini pengapnya asap hitam yang menghantui
Merasuk ke paru paru, merusak rongga dada.

Seakan kumengingatmu lagi,
Karena dulu keindahanmu tiada batas
Melengkapi kehidupan insan yang khayalnya tak berbatas.

Menyaksikan ombak yang menari riang,
Memperhatikan bayangmu yang sungguh elok diterpa senja
Tapi sayang....
Itu hanya indahmu dulu
Mustahil untuk dapat kami rasakan kembali

       Syukur, 19 September 2014



Puisi - Aku Ingin

Puisi - Aku Ingin

06:45 3
Hembusan angin di malam ini
Memberi nestapa bagi sang khalifah
Berjalan di tengah keringnya tanah ini
Terbang melawan arus angin yang gersang

Angin ingin menjadi berarti
Tidak dengan bayangan bayangan kekuranganku yang semakin membuatku terpuruk
Aku ingin lebih bernilai, tidak dengan kebodohan si buaya melawan si kancil
Aku ingin lebih berguna, bagai malaikat yang membagikan kedamaian kepada setiap orang yang membutuhkan.

Sejujurnya keinginanku....
Adalah untuk selalu menjadi malaikat yang selalu menyejukkan tanah yang kering itu
Aku ingin menjadi madu yang bisa menyegarkan angin yang gersang itu,
Untuk dirimu yang selalu menantiku.



Syukur, 14 September 2014 (for Irma)
Puisi - Aku Merasa

Puisi - Aku Merasa

07:31 0
Ditengah hari dengan kilauan matahari
Aku terdiam...
Menatap lantai dengan wajah tertunduk lesu'
Berkobar dalam diri mengapa mereka hebat?
Mengapa saya tidak ditakdirkan seperti mereka?
Mengapa saya tidak bisa sehebat mereka?
Mengapa saya tak bisa berkata yang bermanfaat seperti mereka?
Mengapa mengapa dan mengapa
Hanya pertanyaan itu yang membuat aku merasa lemah

Apakah ada yang salah pada diri ini
Dosa apakah yang telah saya lakukan
Sehingga hidup ini tak semudah mengepal tangan

Tapi seketika terbersit kicauan dalam hati kecil
Engkau tak sehebat mereka
Begitupun mereka tak sehebat dirimu
Dengan Keunggulan hidup masing masing
Kita akan saling melengkapi
Bukan Hidup untuk saling menghina kekurangan
Tapi hidup untuk selalu memanfaatkan kelebihan
:)

Puisi - Himpitan Rndu

01:59 1

Himpitan Rindu

Tahukah kau apa yang sedang menjepitku saat ini ?
Aroma tubuhmu yang masih begitu hangat terasa
Lantunan lagu kembali mengingatkan pada memori tetangmu
Malam yang begitu kelam, senja yang menurunkan manisnya rindu
Suaramu selalu terngiang, bayangan bersamamu selalu ada
Lisanmu yang begitu indah, rona wajahmu merah memekar
Bagai embun yang berkiaskan syair rindu
Bagai lembut gemulai ilalang diterpa angin

Puisi - Muhammad Syukur

07:19 0
Mampukah diri ini menghadapi takdir
Usia yang semakin bertambah
Hidup yang akan berubah menjadi kegelapan
Ah!!! Namun ini semua 
Memang takdir hidupku
Mau tak mau harus kulalui
Akupun terus bertahan
Demi masa depan yang lebih cerah

Syukur kupanjatkan kepadamu
Yaa tuhan...
Untukmu aku hidup
Kepadamu aku memohon
Untukmu pula aku berserah diri
Rahmatmulah yang dapat menyelamatnkanku

>>>Karya 2008, puisi yang setiap bait memiliki kata pertama dari nama saya, dan puisi yang mengandung doa didalamnya.
Muh. Syukur

Puisi - API UNGGUN

07:04 3
api unggun
Api unggun menyala riang

Padamnya tak terhentikan

Indahnya penuh kehangatan

Ujungnya bagai perisai

Nyalanya yang memobori semangat

Guraumu bagai anak anak yang sedang bermain

Gemerlap dimalam hari

Untuk memberikan kehangatan

Nyata bagi yang memandangnya 

>>>Oleh : Muhammad Syukur
>>>2008, Tugas Bahasa Indonesia (SMP)


Puisi Acrostic adalah puisi yang menggunakan judul sebagai huruf awal pada setiap bait.

Puisi - kumar untuk vanessa (Akar tiga)

06:55 1
Aku takut menjadi angka kesepian
seperti akar tiga 
Hanya tiga yang kumiliki
kenapa harus kusembunyikan tigaku dibawah tanda akar kuadrat yang kejam.

 Kuharap aku angka sembilan
 Karena sembilan dapat mengalahkannya
 Hanya dengan aritmetik sederhana 

Aku yakin takkan melihat matahari seperti 1,732.
seperti kenyataanku, bilangan irasional yang menyedihkan. 
ketika, hey, apakah ini yang kulihat
sebuah akar tiga yang lain 
yang menari mendekatiku
Bersama kita saling mengalihkan
membentuk angka yang kita inginkan 
Bersatu menjadi bilangan bulat.
  
  Kita mendobrak ikatan abadi
  dengan Ayunan tongkat sihir
  Tanda akar kuadrat kami terlepas
  dan cinta untukku telah kembali 
Puisi - Tabungan

Puisi - Tabungan

08:26 0
Dengan Menabung
Engkau bersembunyi dibalik blok itu beberapa saat
dan,,, kan tiba waktunya memetikmu
Memetik hasil panen yang telah kutanam dahulu
Dengan prinsip menanam, maka ada yang diharapkan

Menyimpan sedikit demi sedikit
Untuk masa depan yang lebih baik
Menatap pelangi yang penuh warna
Warna gemilang yang berkilau,

Memulai adalah hal yang sangat sulit
Namun, setelah sukses untuk memulai
Maka, akan sukses untuk mengakhiri
Karena pengakhiran bukanlah perpisahan
dan perpisahan bukanlah kehilangan

Mengakhiri dengan senyum indah dibibir
mengenang memori saat kumemulai

>>>syukur

Puisi - warna

Puisi - warna

08:18 0
Terpampang elok
Penyejuk mata
Melengkung manis 
di jagad raya

     Alangkah indah warnamu
     Betapa elok rupamu
     Mejikuhibiniu, perlahan kusebut namamu

Merah dengan keberanian
Jingga membawa persatuan
Kuning bagai padi siap panen
Hijau sumber kehidupan
Biru bagai laut lepas yang sedap dipandang

     Nila yang memberi cahaya keemasan
     Ungu bagai ultraviolet
     Itulah warnamu
     Begitulah julukanmu
     Yang tak lelah, memberi kedamaian dalam hati kami..

>>>syukur
Puisi - Gemuruh awan

Puisi - Gemuruh awan

23:36 0
Gemuruh awan tebal 
yang seakan mengikuti langkah ini
Langkah yang semakin menderai cepat
Berlari menjauhinya. 

    Gemuruh awan,
    Memberi ancaman kepada setiap orang
    untuk mempersiapkan diri
    Menghadapi tumpahan amarah 
    dari kuasa ilahi

Terlihat gemuruh putih
berjalan seolah ombak
yang menyapu bibir pantai

    Semua manusia yang berada ditengah lapang itu
    Beriringan berlari setelah menutup kegiatan hari ini.
    
Kehilangan suara hati
Menghasilkan tempat yang begitu gelap
Maka jagalah suara hatimu,
Jangan kau biarkan tertutup,
Apabila tertutup, bukalah dengan kuncimu sendiri

>>>syukur
 
Puisi - fajar

Puisi - fajar

22:48 0
Seberkas cahaya itu kembali muncul
Muncul dilkala kelam malam berangsur menghilang
Nampak dari balik pegunungan
Bersama kicau burung dari atas pepohonan
       
       Secarik cahaya menerpa, 
       Terhampar luas menyinari persawahan
       Padi yang diselimuti jutaan  embun
       Kilaunya yang selalu terpancar menyusuki retina

Sejuk angin pagi
Membangunkan diri dari mimpi
Mimpi buruk yang selalu menghantui
dan, mimpi indah yang selalu menjadi harapan


>>>syukur
Puisi - Menyambut Pagi

Puisi - Menyambut Pagi

07:08 0
Lapisan diselah pegunungan
Di pelupuk  mata nan jauh disana
Bagai ombak yang ditantang para peselancar
    Warna kelam gunung dipagi hari
    Yang kecerahannya tak terlihat
    Karena matahari enggang memunculkan sinarnya
Hawa sejuk ditemani burung dewata
yang saling berkejaran
Laba laba yang sedang berjuang mengeluarkan isi perutnya
Membangun sarang yang musnah oleh angin semalam
    Rintik embun yang menetes 
    Kian terus berjatuhan dari tingkat yang paling tinggi
    Hingga akhirnya sampai ketanah 
    Meresap untuk digunakan kembali

oleh >>> Muh. Syukur

Puisi - Makassar Dihatiku

00:42 0

Makassar, kau tetap dihatiku
Nun jauh disini
maros makassar
Tetaplah kau coto dan konro
Tetaplah kau taripang dan pallu butung

Tetaplah kurindu bau tubuhmu
Menatapku diatas dego – dego
Makkacaping merebut perhatianmu
Supaya kau tak lupa padaku.

Senyummu, senyum maipa daengnipati
Bombongna Gowa Takalar, Jeneponto Bantaeng
Dinaungi Gunung Bawakaraeng
Tempat bernaung leluhur
            Syech yusuf al makassary
Makassarku
Kau tetap pisang Epe’ dihatiku
Losari didadaku

>>> Oleh Rapiuddin "Pakalu"

Like this ya