Pelajaran Dari Orang Baru

Pelajaran Dari Orang Baru

07:37 0
Sudah lama tidak membuat postingan. Merasa ada yang hilang jika postingan blog ini tidak terisi. Jadi mungkin ada baiknya untuk membahas sedikit mengenai instrospeksi diri. Jika ditanya, dari beberapa kejadian yang menimpamu sampai hari ini hal apa yang paling berkesan dan menjadi pelajaran. ?

Maka jawaban saya adalah mengenal orang baru. Bila bertemu dengan orang baru, baik itu teman, guru, dosen tetangga atau keluarga baru, yang paling utama yang dilakukan adalah berusaha mengenalnya. Memperhatikan ciri fisik agar mudah mengenalinya kelak. Karakteristik apa yang paling melekat agar membuat dirinya mudah hadir dalam ingatan.
Sebenarnya jika menghadapi orang baru, maka kita dihadapkan pada sebuah ujian baru, tentang sifat baru yang dihadapi.

Orang baru yang ditemui ini memiliki berbagai karakteristik sifat dan perilaku. Ada yang membuat kita senang, sedih, senduh, jengkel, takut, marah, gelisah, dan semangat. Semua itu adalah pilihan, dan kita yang akan memilih akan mendapatkan sifat yang seperti apa jika berkenalan dengan orang baru itu. Jika berteman dengan geng motor yang punya tujuan negatif, maka pembawaan untuk terus memusuhi geng lain akan tertanam dalam otak kita. Begitupun apabila berteman dengan pedagang, maka kita akan belajar menjual apapun yang bisa menghasilkan uang dan pastinya halal. Berteman dengan penjudi akan mempengaruhi watak taruhan untuk kita. Begitupun jika berteman dengan petani, maka kita akan belajar cara bercocok tanam dan cara merawat tanaman.

Dari berbagai sifat yang diperlihatkan dan dilakukan oleh orang baru itu. Dengan menggunakan mata, telinga dan hati untuk mengamati maka kita bisa memberi penilaian terhadap orang baru yang akan menjadi teman/bagian hidup kita saat ini. so, you can choice. What will you be.

Orang baru ini bukan hanya teman, begitupun dengan guru, dosen, senior dan orang tua. Kita yang dikaruniakan hati dan pikiran untuk mengamati, bisa memilih pelajaran mana yang baik yang bisa dipetik dari apa yang diajarkannya. Karena sifat dan karakter mereka yang berbeda, maka perbedaan bisa dijadikan suatu motivasi untuk menemukan suatu persepsi. Tidak semua apa yang diajarkan guru/dosen akan bermanfaat dalam hidup kita. Maka pilihlah yang mana penting, lebih penting dan paling penting.

Maka dari itu berkenalan dengan orang baru, itulah yang memberikan pelajaran pendewasaan kepada kita. Dari berbagai macam sifat yang dimiliki setiap orang, maka itu yang melatih pendewasaan anak cucu adam saat ini, hingga hari yang akan datang. 

Schamar, 16 April 2016

Menelusuk Telaga Wae Merrung (water sound)

06:50 2
Suasana hening, tenang dan damai masihh teringat jelas, ketika menikmati pemandangan di wae merrung ini. duduk ditemani semilir angin sepoi di tengah hutan belantara yang jauh dari rumah dan suasana bising pemukiman warga. Bersatu dengan alam, dan menikmati nyanyian merdu dari burung diiringi musik dari wae merrung yang dalam bahasa bugis adalah air berbunyi. 

Benar ketika berada di tempat ini, suara derasnya air mengalir yang terdengar, bukan suara kendaraan yang membuat bising telinga. Air yang berada dari celah gunung batu kemudian mengalir ke celah pegunungan batu lainnya. Telaga ini hanyalah tempat persinggahannya. dikelilingi pohon hijau dan batu disekitarnya. konon kata masyarakat setempat di telaga ini terdapat udang dan beberapa ikan besar yang enak untuk dijadikan lauk. sayang sekali akses untuk menuju telaga yang berwarna biru alami di musim kemarau ini cukup jauh. Membutuhkan waktu tiga jam untuk menggapainya. Tentunya dengan berjalan kaki. Kendaraan tak bisa masuk kesini, karena rintangan awalnya, kita akan melalui hutan nipa yang di beberapa bagiannya terdapat aliran sungai sebagai jalur treknya. Selain sungai anda akan diajak naik dan turun gunung. tidak terlalu tinggi sih, tapi sering. Sekitar tiga belas kali tanjakan dan dua belas turunan. untung saja di beberapa bagian terdapat bonus jalan datar.

 Jika ingin melihat perjuangan teman yang gendut berpetualang silahkan ajak kesini. Karena sensasi itulah yang dirasakan Budi, teman kampus yang punya badan cukup besar ini. Mesu'-mesu' dibeberapa bagian terjal untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. sesekali dia membunyikan pluit kala berjalan sendirian karena tertinggal dari rombongan.. Tak ada yang berani menunggunya, karena semua sudah penasaran untuk segera menemui telaga biru ini. dan turunan yang sesungguhnya akan berada tepat di tepi telaga wae merrung ini. 

Letak telaga berada di Dusun Tompobalang Kecamatan Bantimurung Kabupaten maros. Bisa ditemui jika mengemudi menuju taman purbakala Leang Leang. Apabila mengendarai motor bisa diparkir di kolom rumah warga yang dijadikan sebagai basecamp langpalang. dan para pengunjung yang hendak masuk diharapkan melapor di sini. Jika takut tersesat, maka anggota komunitas pecinta alam dari dusun ini akan bersedia mengantar, Tapi tidak sampai ke tujuan, cukup setengah jalan saja. karena selama perjalanan anda akan dibantu dengan tanda dari tali rapia yang diikatkan di pohon sebagai penanda jalur. 

Sayang sekali, hari disaat berkunjung ketempat ini pada saat musim hujan belum usai. Jadi airnya belum terlalu membiru. Apalagi semalam sebelum kami menginjakan kaki disini hujan sudah sampai lebih dahulu.  

Maha kuasa allah yang menciptakan semua ini. Subhanallah. Allahu akbar. Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan (Ar-Rahman) 

Perjalanan yang begitu berkesan, ketika kehabisan bekal air minum. Air alami dari gunung yang ada disisi kiri dan kanan perjalanan bisa dimanfaatkan. saran saya bawa bekal yang secukupnya untuk jalan kesini. bekal makanan, doa dan tenaga. 

Birunya air di musim kemarau


Setelah hujan





Kondisi apabila telah hujan



Turunan terakhir dan tanjakan pertama saat pulang

Awesome, Rangkulan dari Air Terjun Lengang Laiya

06:31 0


Lengang Waterfall

Salah satu spot keren, dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan dan tak kalah dengan air terjun yang ada di Malino, adalah Lengang waterfall. Air terjun yang wajib dikunjungi kala berwisata ke Sulawesi Selatan. Letak air terjun yang berada di dusun Bonto Manai Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros bisa ditempuh sekitar kurang lebih satu jam dari Kota Maros.

Perjalanan yang begitu menegangkan, terjal dan berbatu menambah keseruan jalan jalan (baca : petualangan) hari ini. Jalan menuju ke Camba memang menegangkan, selain jurang yang berada disisi kiri dan gunung di sisi kanan pengendara membuat kita  selalu merasa was was dan terus waspada.

Selama masih berpegang teguh kepada perlindungan sang khalik disertai doa yang terus mengalir insya allah anda aan selamat. Dalam memulai suatu urusan (salah satunya petualangan) syarat sahnya adalah berdoa. Berdoa Menurut agama dan kepercayaan masing masing “berdoa dimulai... Aminn”.  =)).

Minggu, 28 Februari 2016 bersama beberapa teman seperjuangan SMK, kami berangkat dari rumah Azizah menuju Desa Laiya tempat kediaman Arfah. Rencana awal dari pukul 08.00 Wita. Berubah dan mengikuti kemauan jam karet yang sudah sangat sering kami pelihara di setiap berencana. Molor dua jam akhirnya kami berangkat pukul 10.00. Sudah menjadi hal yang lumrah, apabila jam karet seperti ini, jadi sudah pada mengerti semua.

Hal yang lebih lumrah pada generasi pemuda jaman sekarang. Adalah mempublikasikan rencana ke media sosial sebelum berangkat. Ada kata “Otw yang merupakan singkatan dari on the way /  Cuss /  *gambar pesawat dsb, diikuti nama lokasi yang hendak dituju. Pamer atau hanya sekedar tuntutan hati atau hanya ingin terkesan memasang status keberangkatan. Entah apapun itu tapi saya sarankan tidak usah. Hanya akan menambah beban. Terbukti pada hari itu, penyakit status itu mencoba menyerang. Setelah masang status seperti itu, meskipun tidak begitu lengkap, kalau tidak salah bunyinya seperti ini “Gambar pesawat + Waterfall” Langsung ditangkap manis oleh salah seorang reader status. Ini mau kemana? Ikut dong, sekarang saya nyusul, tunggu ya... Mau ditinggal nggak enak juga. Terpaksa jam karet yang sudah dipelihara tadi, jadi molor kembali satu jam. Untung saja hanya satu orang yang memaksakan diri untuk ikut, bagaimana kalau sampai sepuluh orang. Waduh. Bisa menunggu sampai sore ini.

Petualangan hari ini berlanjut dari cuaca cerah ke cuaca mendung dan akhirnya awan menitihkan apa yang membebaninya dibalik cerahnya langit biru hari ini. ditengah hutan setelah melewati jalanan berlekok delapan, hujan mengguyur pemuda yang tidak sempat membawa jas hujan. Karena rencananya menuju air terjun ya' sudah pasti basah. Jadi hujan tak mampu menghentikan laju motor. Malah semakin menambah semangat untuk melajukan motor agar dapat menemui teman yang sudah berangkat duluan sedari tadi. Rupanya hanya di tengah hutan ini saja yang hujan. Setelah melawati tempat ini, cuaca kembali cerah matahari mulai menampakan senyum manis yang melekuk indah dibalik celah daun pohon yang melengkung ke jalan.

Jalur menuju Lokasi air terjun Lengang, anda hanya perlu memperhatikan papan petunjuk berwarna hijau yang ada di sebelah kiri jalan. Jika lurus maka anda akan menuju Bone, Jika ke kanan menuju Laiyya.  Lorongnya sama jika menuju bebukitan teletubies, tapi sedikit menambah jarak tempuh sekitar kurang lebih 15 menit dan jika menemui masjid yang ada di sebelah kanan jalan, tanjakan pertama dimulai. Perbaiki pernapasan anda karena pendakian yang sesungguhnya akan dimulai. Juga perbaiki pernapasan motor anda, khususnya yang menggunakan motor matik, karena jika van belt kurang baik maka akan tercium bau hangus pada motor anda. 

Terjalnya jalan yang berbatu, membuat perjuangan motor anda sedikit lebih keras, tapi tenang saja tak semua tanjakannya terjal, ada beberapa bagian yang cukup bersahabat. Subhanallah, perjalanan yang sangat menarik, karena disuguhkan dengan pemandangan hutan pinus. Yang tertata rapi. Dari tanjakan pertama, kurang lebih dua puluh menit mengendarai motor jika lancar, maka perkampungan akan anda temui disini. Banyak warga yang memelihara sapi. Dan mayoritas warga disini berprofesi sebagai petani / pekebun. Di dusun Bonto Manai ini, juga terdapat sekolah dasar yang jika gurunya bukan berasal dari dusun ini, maka luar biasa perjuangannya menuju ke tempat ini.



Mungkin kita akan berjalan kira kira sekitar 700 meter, suasana sejuk mulai terasa saat mendengar suara gemuruh air dari kejauhan. Letaknya berada pada posisi lebih rendah dari tempat kami berdiri saat ini. melihat kebawah dengan suara pengunjung yang berselfie ria. Baru kali ini melihat air terjun pertama dari puncak air terjun itu sendiri. Tentunya sangat indah. Sekali lagi terucap subhanallah atas keindahan dari sang maha pemilik keindahan ini. it's so awesome..

Air terjun yang memiliki tiga tempat untuk mengambil gambar, diawali dari puncak air terjun, dengan suguhan pemandangan gunung, dan lembah, serta hijaunya pepohonan, ditambah sepoinya angin semilir dari puncak ini, di tepi puncak ada beberapa warga yang memanfaatkan tempat wisata yang masih orisinil ini dengan berjualan cemilan dan minuman bagi pengunjung yang tidak membawa bekal. Jadi tenang saja. 

Lokasi kedua dari tengah air terjun, di air terjun lengang ini terdapat dua tingkat air terjun, dan pengunjung bisa menikmati kedua tumbukan air ke batu ini. Lokasi ketiga adalah dasar air terjun, yang langsung membentuk sungai. Keindahan alami yang sesungguhnya bisa dinikmati dari dasar air terjun ini. Tekstur batu yang menyerupai hasil pahatan manusia ini, merupakan hasil karya sang pencipta. Sebesar dan sehebat apapun karya manusia ada Allah sang maha besar yang lebih hebat. 

Air dari lokasi ini dimanfaatkan warga untuk menunjang kehidupan mereka. Karena terdapat pipa pipa besar yang dihubungkan di tepi puncak air terjun ini.

Suara gemuruh air yang pecah, membuat riuk kalbu yang sempat kelam. Akhirnya lelahnya perjalanan terbayar dengan suguhan keindahan. Jika tadi mereka sempat mengeluhkan perjalanan yang begitu melelahkan, sekarang mereka bisa tertawa lega meskipun mereka belum memikirkan bagaimana mereka kembali.






Semoga tempat ini selalu terjaga kealamiannya dan membuat semua orang yang berkunjung ke tempat ini senantiasa melestarikan alam ciptaan tuhan.

Kekinian Katanya

05:47 0


Kekinian selalu berhubungan dengan gaya dan perangkatnya (baca : aksesoris). Mengikuti jaman adalah hobinya. Gaya terbaru adalah hal yang selalu diupdate. Browsing, baca majalah mengikuti gaya kebarat baratan dan menjadi fashionable serta jadi trend setter adalah tujuannya. Sehingga orang lain bisa mengatakan “wooww” atas keberhasilan gayanya. Tak jarang pula dia mendengar kata keren dan cool dari seorang yang mengaguminya.

Dunia memang tempat untuk terlena, dan manusia adalah objek untuk dilenakan yang memiliki peringkat nomor satu. Dalam al-qur'an ada yang menjelaskan bahwa, harta, wanita dan tahta adalah sumber  pelenaan manusia di dunia. Di dalam harta ada banyak sekali pernak pernik termasuk yang dijelaskan di awal, sangat memiliki peran besar dalam upaya meningkatkan kemalasan manusia untuk beribadah, sibuk mencari harta dan menghabiskannya lagi. siklus itu yang terus terulang, hingga jarang membuat manusia mengingat allah.

Juga wanita, adalah mimpi indah yang nyata yang juga mampu menciptakan kreatifitas negatif untuk mendapatkannya dengan berbagai cara. Apalagi tahta (jabatan), juga salah satu hal kekinian yang paling dekat dengan para pemangku jabatan yang memanfaatkan suara rakyat. Menjual janji janji yang mustahil untuk ditepati dan memaksa untuk korupsi.

Sesaat.

Ketika mereka tersadar, jika terus melakukan hal yang demikian, melakukan ritual khusus, menghabiskan banyak waktu dengan berbuat sesuai kehendak hati mereka, tak ingin diatur dan tak ingin terikat. Menghabiskan banyak waktu diliuar. Jarang memperdulikan urusan keluarga, apalagi urusan ibadah.

Suatu saat mereka pasti sadar.

Allah maha pengampun.

Mungkin saja hanya waktu yang belum berpihak pada mereka. Saat mereka belum dibubuhi tanggung jawab yang besar. Bukan untuk orang lain. Tapi untuk mereka sendiri. Tanggung jawab terhadap diri dan kehidupan. Dan tanggung jawab sebagai perantau di muka bumi ini.

Mungkin hanya waktu yang belum mereka sadari. Di usia baligh. Tanggung jawab itu bukan lagi urusan orang tuamu. Di usia baligh. Otakmu akan tumbuh sempurna, terlebih otak lelaki yang lebih besar. Untuk apa?.  Untuk membantumu membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Bukan berusaha membenarkan yang salah dengan memanfaatkan sifat maha pengampunnya Allah. Naudzubillah.

Harta tidak akan dibawa mati. Sudah menjadi hal yang lumrah dibicarakan oleh orang orang sadar. Tapi kebanyakan orang sadar itu tak paham artinya. Hanya sekedar ucapan. Sudah tahu harta tidak akan ikut sampai ke akhirat. Masih saja berjuang mempertahankan hal yang salah di nuraninya untuk mengejar harta dunia yang hanya dinikmati di dunia saja.

Masih dengan waktu yang belum berpihak katanya. Entah kapan ia akan sadar. Entah kapan ia akan mencoba memperdulikan bahwa dia hanya seorang perantau yang harus memenuhi beberapa syarat agar dia bisa kembali kekampung halamannya dengan membawa oleh oleh yang besar. Oleh oleh yang bisa mengantarkan dirinya dan keluarganya menuju kenikmatan yang sesungguhnya. Apalagi yang mampu membagi oleh oleh tersebut ke kerabat dan tetangga terdekat. Amin

Kekinian.

Sudah menjadi hal yang  biasa punya gadget keren. Tapi menjadi hal yang luar biasa ketika kamu mampu membiaya hidup kamu sendiri di usia muda. Itulah gaya kekinian yang asli. Membiayai kuliah (pakai beasiswa / kerja sendiri) itulah gaya kekinian yang seharusnya dipelihara. Jadi anak yang berbakti kepada keluarga serta peduli kepada sesama, itulah gaya kekinian yang penuh kenikmatan.
Saya pernah baca status postingan dari teman yang diedit pakai foto anak muda yang bekerja keras dan dijadikan meme yang tulisannya “Disaat orang orang seusiaku bersenang senang. Aku lebih memilih bekerja keras”.  That’s right. Tipe anak muda yang penuh tanggung jawab. Kerja apapun yang penting halal. Tetap menjalankan ibadah sebagai hamba dan tetap semangat dengan kurasan keringatmu. Semangat anak muda.

Pesona Pulau Samalona di Pelupuk Makassar

05:53 0

Minggu, 31 Januari 2016. Kembali kami mengikuti hembusan angin yang mengajak ke salah satu pulau yang dekat dengan pusat keramaian Makassar. Pulau Samalona. Seperti itu orang menyebutnya.  Kami bertujuh berangkat sekitar pukul 09.40, molor dari rencana awal yang katanya tepat pukul 09.00.

Dermaga
Setelah berkendara sekitar mungkin satu jam. Tiba di dermaga kayu bangkoa yang digunakan sebagai akses keluar masuk warga pulau yang ingin ke kota begitupun sebaliknya warga kota yang hendak berwisata ke pulau yang ada di sekitaran perairan Makassar.

 Terlihat dari keramaian pelabuhan ini beberapa warga berlalu lalang sambil membawa tas besar, mungkin saja warga pulau yang ingin mengadu nasib dikota. Juga terdapat beberapa pemuda pemudi dengan gaya ala – ala traveler yang sedang sibuk mengurus keberangkatan mereka. Ada pula warga diatas perahu yang hendak mengangkat kotak putih yang terbuat dari gabus, yang berisikan ikan. Entah ikan cakalang, bolu atau udang. Mungkin saja akan dijual kekota yang masyarakatnya suka mengkonsumsi hewan laut ini.

Meskipun tidak beranjak dari kapalnya beberapa penada pun berlomba untuk mengambil gabus putih itu, mungkin saja ada yang hanya perantara ataupun ada pagandeng (penjual keliling) yang langsung membeli untuk dijajakan ke masyarakat.

Suasana di pelabuhan ini sangat bising. Dan di pesisir pelabuhan ada beberapa warung yang menjual makanan, (nasi dus dan cemilan). Kami sempatkan untuk belanja beberapa cemilan yang dijadikan bekal pada saat sampai di pulau nantinya..

Setelah Ibu ibu ini puas membeli cemilan dan kami hanya menikmatinya, saatnya memasang satu kacamata ala bajak laut. Pada hari itu kesepakatan singkat mengenai biaya kapal ke pulau samalona antara yudi (pemilik kapal) dan Rina (ibu-ibu tadi) senilai Rp. 400.000 pulang pergi. Dan kami menikmati perjalanan yang singkat diatas kapal. Dan sempat singga di pulau lae lae untuk mengisi bahan bakar.

Beberapa menit kemudian, akhirnya kapal sandar di pulau tujuan. Samalona island. Kami bergantian menuruni kapal yang menjadi kendaraan menyerupai odong  odong. Sebutan odong – odong ini karena gelombang ombak yang mendayu dayu.

Yang Bisa dinikmati di pulau samalona .

Pasir putih, tumbuhan hijau dan pemandangan yang indah. Subhanallah maha besar Allah dengan segala ciptaanya.
Seolah - olah

Beberapa orang sedang sibuk diving di pesisir pantai lengkap dengan kacamata, dan baju renanngya. Juga terdapat gerombolan anak muda yang sepertinya tentara muda yang berlibur sedang bersepak bola. Percikan pasir putih ikut terangkat saat bola disepak. Teringat saat main sepak bola di sawah percikan lumpur yang ikut. :D.

Jika tidak ingin menggunakan villa, beberapa pengunjung juga memanfaatkan gazebo yang terbuat dari bambu untuk beristirahat. Di bawah teduhnya pohon, sangat asik untuk menikmati ikan bakar, disantap lalu renang.

Setelah menemukan tempat peristirahatan *sementara. Dan hal yang wajib dilakukan ketika mengunjungi suatu tempat adalah berfoto. Dengan backround birunya laut dibawah naungan birunya langit dan pandangan yang tiada batas diufuk barat jadi tempat yang asik untuk diabadikan dan dijadikan kenangan kelak. Latar pasir putih ini juga menjadi saksi bagi alaynya gaya ibu ibu tadi ^_^.

Menyusuri kehidupan beberapa penduduk di sini, tak cukup 20 menit kami sudah menjangkau seluruh penjuru pulau ini. Hal yang terpenting untuk suatu daerah / tujuan destinasi adalah tempat ibadah (masjid/musholah). Tak terasa waktu dhuhur sudah masuk. Selain berteduh kami ingin meneduhkan hati dengan kembali mengingat rabb kami. Sang pencipta.
Masjid di pulau Samalona
Di tengah tengah pulau terdapat tempat ibadah yang mungkin lebih cocok disebut mushollah. Dengan ukurannya yang minimalis kira kira sekitar tiga kali empat meter cukup untuk beberapa pengunjung yang ingat statusnya sebagai hamba. Bukan hanya penikmat alam ciptaanya, tapi juga yang senantiasa mensyukuri alam ciptaanya.

Pemilik pulau ini, terdiri dari beberapa orang yang berasal dari beberapa keluarga yang senantiasa menjaga dan melestarikan pulau samalona ini. Nama nama pemilik pulau ini terpampang pada papan putih diatas dermaga. Juga terdapat beberapa kuburan yang berada sangat dekat dengan pemukiman warga.

Dibawah dermaga kita bisa menyaksikan beberapa ikan kecil yang terlihat ceria saat pengunjung mengajaknya berkomunikasi. Di tepi timur terdapat sebuah kotak yang terbuat dari jaring yang ternyata didalamnya terdapat anak ikan hiu. Baru kali ini menyaksikan ikan hiu dengan jarak beberapa centimeter saja. Mungkin saja ini peliharaan warga setempat.

Saat berkunjung ke tempat ini, sediakan beberapa uang cadangan untuk menyewa beberapa fasilitas yang tentunya tidak gratis. Bagi yang hendak ke tempat ini berikut beberapa rincian taripnya. Pada bagian tempat istirahat sediakan Rp. 20.000, Sewa alat kacamata + Selang udara Rp. 20.000, Kacamata + selang udara + sepatu Rp. 40.000. Sewa kamar mandi Rp. 10.000. belum termasuk biaya cemilan dsb. Meskipun beberapa butuh biaya, anda tidak akan rugi karena masih diberi nikmat penglihatan untuk menyaksikan kemegahan alam ciptaan tuhan dari sudut pandang pulau samalona.

Terumbu karang juga dirawat oleh warga setempat yang bekerja sama dengan pemerintah. Dan bagi pengunjung  yang  suka berwisata air juga disediakan banana boat dan motor air. Dan diharapkan memakai sepatu ari saat berenang karena dikhawatirkan terkena bulu babi.

Setelah puas menelusuri surga alam ciptaan Allah swt yang satu ini, saatnya kembali ke habitat asli. Dan pak Yudi sang pemilik kapal ternyata sudah menunggu di dermaga.  

Perjalanan hari ini akan dicatat di barisan folder memori internal yang bisa disalin ke memori external untuk dinikmati bersama. Walau memori external terhapus akan ada media cadangan yang tak akan mungkin dihapus dalam ingatan kecuali dengan kematian.

Thanks’
Syukron.

Like this ya