Banyak yang iri dengan Ismail karena hanya dia yang diberi kesempatan untuk mengungkapkan rasa sukanya secara langsung kepada Syifa (Seorang muslimah yang menawan, dengan shotingan lambat berjalan sambil dijatuhi daun - daun kering). Sempat saya dengar dari beberapa orang teman diksar yang mempertengkarkan tentang Syifa. tapi ada salah seorang yang mengingatkan "memangnya syifa kenal sama kamu?" Hehe menyedihkan sekali sudah diperebutkan tapi kenal saja tidak. Itulah salah satu hal menarik yang melengkapi sekeping cerita dari diksar Brigade Masjid angkatan kedua kabupaten Maros.
Disaat hendak memasuki gerbang Masjid terbesar di daerah Pucak ini Hak kami telah dicabut 70%, bahkan hak untuk mengeluarkan zat hasil dari mikroorganisme tubuh pun diambil.




