Puisi - Diintai Peluru Ayam Sayur

Puisi - Diintai Peluru Ayam Sayur

00:31 0

Berdiri kita dalam barisan demonstrasi
Meneriakan ketidakadilan
Tapi pemerintah membalas kita dengan pentungan dan senapan
Terganajal kita aturan keamanan Negara

Di Negeri ini keadilan sudah mati
Karena peluru ayam sayur selalu mengintai
Pentungan para militer selalu siaga
Eksekusi dalam detik
Hukum jadi barang loak
Debeli disetiap sudut negeri
Membela kaum kaya, menapikan orang tak punya

Inilah wajah negeri, sumringah dalam data palsu statistik
Menurungkan kemiskinan dalam kata
Mensejahterahkan penduduk dengan angka
Sementara nasi tiwul mencabut nyawa
Orang – orang kehilangan rumah dan tanah
            Karena market plan kemajuan
Hilang harta digilas bencana
Teguran buat pemerintah untuk eling,
Mimpin Ojolah mewariskan karma. . .
Matilah keadilan,
Karena peluru ayam sayur selalu mengintai
Warisan tirani terdahulu ?

Lalu apalah artinya reformasi
Puisi - Tiwul

Puisi - Tiwul

00:30 0

Tiwul – tiwul
Kulahap karena nestapa
Alternatif pengganti data
Kerena rakyat makmur
Negara surflus
            Tiwul – tiwul
            Kulahap karena miskin papa
Pengganti retorika
Mabok kata
Tuba tirani
Janji politik palsu
Kulahap tiwul
Saudara nasi aking
Tak curiga karena setitik asa
Rahasia mengakhiri nestapa
            Diujung rahasia, kami yang pergi hanya angin
            Tumbal data
            Manipulasi kesejahteraan dan kemakmuran
            Kematian kami, bisakah merubah keadaan? 
>>> Oleh: Rapiuddin
Puisi - Diabad Milenium

Puisi - Diabad Milenium

00:28 0

Kita tak butuh S1, S2, S3
Diabad milenium
            Kita Cuma perlu Bedak Tusuk Konde dan kebaya
Kembali kejalanan batu ,
Menunjuk saja dan berbicara gagu
Mengiya – iya bagai orang tuli
Matur nuhun saja.

Yang kita butuh ketebalan bedak
Pinter senyum, Mlalkune koyo jeng ayu
Nenek – nenek yang seharusnya pensiun tapi kemayu,
Memelihara cecak rowo.

Karena hakekat hidup sesungguhnya hanyalah pembodohan
Penindasan, pergumulan dan saling bantai
Mari kita kembali kejaman Herbivora
Menjadi pithecanthropus erectus atau kanibal
            Melahap sesama, membodohi sesame
Kita tak butuh qualifikasi dan referensi,
Diabad milenium yang kita butuh Cuma gincu
Untuk nampung aspirasi
Tuk cium kita dengan palsu

>>>Oleh Rapiuddin
Puisi - Demokrasi Hanyalah Cemilan

Puisi - Demokrasi Hanyalah Cemilan

00:26 0

Demokrasi hanyalah cemilan
Gula – gula, menyenangkan hati orang bule
Yang dating kenegeri kita, untuk tersenyum
Sambil berkata “it’s very good”,

Demokrasi hanyalah gula pemanis diatas kue tart
Untuk dipotong orang yang sama mengumbar janji
Yang tak pernah ditepati,
Orang yang sama dalam sebuah spanduk dan slogan :
            “ Bebaskan rakyat dari derita ”
Demokrasi hanyalah cemilan
Karena kekuasaan tetap pada penguasa
Seenak dewe,
Membuat peraturan
Halangan untuk hidup layak
Pengorbanan untuk kata : kemajuan

Orang – orang bule berkata : it’s very good
Kita menelannya dengan pahit
Berdiri diantara gedung bertingkat, simbol kemajuan
Tergusur karena Planning City, Investor pemburu uang
Tergusur kita dipasar – pasar sederhana kepasar – pasar modern
Dengan los dan kios harga selangit,

Demokrasi hanyalah cemilan
Pil kina untuk menyembuhkan Malaria
Derita menahun yang virusnya tetap melukai dada.

>>>Oleh Rapiuddin
Surabaya, Jalan Demak 7 Januari 2011
Puisi - Catatan Akhir Tahun

Puisi - Catatan Akhir Tahun

00:24 0

CATATAN AKHIR TAHUN
Oleh : Rapiuddin
Di Surabaya di penghujung tahun
Aku tidur melengkung
Bundar seperti trenggiling
Perut dingin karena kantong bokek
Pasrah menunggu kiriman
Jatah yang tak pernah ada
            Dari bos yang cuma tahu beres
Sayup – sayup kudengar suara kembang api
Yang melesat modar di udara
Yang dibuang percuma orang kaya dan miskin
            Untuk harapan dan buang sial
Dan terompet yang bersahutan, mengisi perutku
Dengan hayalan dan rencana yang basi
Dari tahun ke tahun
Kandas dilindas kata kemajuan
Peradaban yang kian norak,
Satu persatu menunjukan jati diri sebagai piranha.

Menyapa tahun baru
Tak ubah menyapa hayalan
Sekejap ditiup angin
Tak ubah menyapa uban yang tumbuh tak diinginkan

Di Surabaya, kusapa tahun baru
Seperti tranggeling
Berdoa semoga : semua ini hanyalah suatu ujian
Untuk kehidupan yang hakiki dan abadi.

>>>Oleh Rapiuddin
Surabaya, Jalan Demak 01 Januari 2011

Wanita Jaga Dirilah!!

22:04 0

           Akhir - akhir ini, sangat marak yah gadis - gadis yang gak jelas rela memberikan harga diirinya kepada orang orang yang katanya sih disayanginya. tapi itu semua sangat tidak ada gunanya. Bagi yang masih perawan, rela memberikan keperawanannya kepada katanya sih "pacar". sungguh tidak ada untungnya dan sangat merugikan. Selain melanggar norma norma adat yang berlaku, melanggar hal yang sangat diharamkan dalam agama, seperti yang dijelaskan dalam salah satu ayat "janganlah kamu mendekati zinah" didekati saja tidak boleh apalagi dilakukan. selain melanggar agama juga membuat keluarga sangat malu memiliki anak atau famili yang melakukan perbuatan perbuatan zinah yang tentunya dia akan dikucilkan oleh orang lain. Selain pelaku yang merasakan dampak negatif yang sangat, ayah dan ibu pun akan merasa sangat sangat malu.
sumber; baby-jihan.blogspot.com

        Pokoknya melakukan hubungan tertentu sebelum nikah sungguh tidaklah menguntungkan. mudah terbujuk dengan rayuan gombal sang kekasih. karena wanita merupakan mahluk yang memiliki nafsu lebih tinggi dari pria mungkin karena salah satu hal tersebut yang juga menjadi penyebab runtuhnya iman seorang gadis apabila bersama dengan pacarnya. merelakan bibir yang manisnya untuk dikecup dan dicumbu hingga akhirnya merelakan barang barang yang sangat berharganya. Meskipun kita sangat sayang kepada seseorang tidaklah berarti apabila sampai merelakan keperawanan kepada orang lain.

        Memang mendekati dan merawat serta menjaga perempuan. bagaikan membersihkan kaca. apabila terlalu keras bisa bisa kaca tersebut pecah tapi apabila terlalu lembut maka debunya mungkin tidak akan hilang.

Like this ya