Dermaga Sabang Tambua Maros
Dermaga yang letaknya tidak jauh dari kota maros sungguh melegakan mata apabila sampai ditempat ini. letaknya yang berada pada bagian utara kota Maros ini katanya akan jadi persinggahan kapal dari berbagai pulau kecil dan pulau sekitar. sekitar kurang lebih 30 menit dari jantung kota maros. Kita menikmati perjalanan dengan suguhan pemandangan empang sesekali diselingi sawah dan diujung jalan untuk menggapai dermaga ini terdapat empang yang berjejer rapi yang berdampingan dengan perumahan warga setempat.
![]() |
| Menyaksikan matahari tenggelam (Pic:Syukur) |
Pada bagian utara kita juga bisa menikmati gemerlap lampu pada malam hari serta aktifitas salah satu perusahaan besar di sulawesi selatan yaitu pabrik Tonasa. serta perahu nelayan yang lalu lalang tengah mencari nafkah untuk keluarganya. Lampu jalan pun berfungsi dengan baik sebagai penerangan di malam hari di dermaga ini, jadi anda seolah menikmati sensasi pantai losari di kota Maros. Hembusan angin yang sepoi sepoi juga menambah kehangatan anda apabila bersama orang yang dikasihi, tapi ingat ada tuhan yang selalu mengawasi jadi jangan suka mengarahkan ke arah yang negatif untuk suatu keadaan.
![]() |
| Pancing di dermaga 11 April 2014 |
Untuk biaya masuk ke dermaga ini, tenang saja karena tidak dipungut biaya apapun, selain apabila anak anak pada masyarakat sekitar terkadang memberikan karcis untuk satu motor Rp. 2000. tapi itu sudah sangat murah untuk menikmati pemandangan seperti in.
![]() |
| Pemandangan ke sudut Barat |
![]() |
| Panjang dermaga yang jauh dari bibir pantai |
Wisata ke pulau Balang Lompo
![]() |
| Pantai dengan pasir putihnya. |
Minggu 15 juni 2014, dua minggu sebelum minggu ceria menghadapi ramadhan 1435 Hijriah saya bersama teman berkunjung ke Pulau yang dekat dari ujung barat Kabupaten Maros, yaitu pulau Balang Lompo. Selain liburan salah satu tujuan kami yaitu melihat teman yang sedang ingin bertanding bola menghadapi pemuda lokal dari pulau ini, berhubung sedang piala dunia.
Puisi - Aku Merasa
Ditengah hari dengan kilauan matahari
Aku terdiam...
Menatap lantai dengan wajah tertunduk lesu'
Berkobar dalam diri mengapa mereka hebat?
Mengapa saya tidak ditakdirkan seperti mereka?
Mengapa saya tidak bisa sehebat mereka?
Mengapa saya tak bisa berkata yang bermanfaat seperti mereka?
Mengapa mengapa dan mengapa
Hanya pertanyaan itu yang membuat aku merasa lemah
Apakah ada yang salah pada diri ini
Dosa apakah yang telah saya lakukan
Sehingga hidup ini tak semudah mengepal tangan
Tapi seketika terbersit kicauan dalam hati kecil
Engkau tak sehebat mereka
Begitupun mereka tak sehebat dirimu
Dengan Keunggulan hidup masing masing
Kita akan saling melengkapi
Bukan Hidup untuk saling menghina kekurangan
Tapi hidup untuk selalu memanfaatkan kelebihan
:)
Aku terdiam...
Menatap lantai dengan wajah tertunduk lesu'
Berkobar dalam diri mengapa mereka hebat?
Mengapa saya tidak ditakdirkan seperti mereka?
Mengapa saya tidak bisa sehebat mereka?
Mengapa saya tak bisa berkata yang bermanfaat seperti mereka?
Mengapa mengapa dan mengapa
Hanya pertanyaan itu yang membuat aku merasa lemah
Apakah ada yang salah pada diri ini
Dosa apakah yang telah saya lakukan
Sehingga hidup ini tak semudah mengepal tangan
Tapi seketika terbersit kicauan dalam hati kecil
Engkau tak sehebat mereka
Begitupun mereka tak sehebat dirimu
Dengan Keunggulan hidup masing masing
Kita akan saling melengkapi
Bukan Hidup untuk saling menghina kekurangan
Tapi hidup untuk selalu memanfaatkan kelebihan
:)
Gadis Elekton
Dengan merdu Ina menyikan lagu kopi dangdut diatas sebuah
panggung berukuran kecil kira kira 3 x 5 meter dengan goyangan dangdut yang
khas di daerah Maros. Semua yang mendengar suara elekton pada malam itu seakan
terhipnotis untuk ikut bergoyang.
Seorang pemuda berambut tebal tiba tiba naik ke elekton dan menyawer
pada gadis yang sedang menyanyi yang biasa dijuluki dengan “Biduan”. Tak lama
kemudian pemuda lain ikut naik dan menari melenggak lenggok diatas panggung
bersama gadis itu. Pria dengan rambut tebal
itu terus berada diatas panggung sampai pertunjukan malam itu usai.
Dimarahi Itu Wajar
Baru nyelonong masuk pintu rumah secara diam diam. Tiba tiba saya dikagetkan
dengan wajah ayah dan ibu didepan pintu. Sepertinya mereka dengan perasaan
masing masing menyimpan makanan (kue) dibelakang tangannya. Ternyata lah bukan makanan
yang saya dapatkan tapi semprotan marah yang mereka berikan kepada saya apabila
saya pulang larut malam seperti ini.
“kamu itu kerja jangan
keluyuran begitu saja. Ingat tanggung jawab kamu. Ingat siapa yang selau
berusaha membuat kamu seperti ini. Bla bla blaaa.....”
Walaupun dengan segudang kekecewaan mereka kepada saya. Saya
masih sangat bersyukur karena masih ada kedua orangtua saya yang memperdulikan
saya. Saya berpikir banyak anak muda seperti saya yang membutuhkan kasih sayang
dan perhatian dari kedua orang tua.
Masih ada mereka yang selalu memperhatikan kapan saya
pulang. Menelpon saya apabila telat pulang,
tanpa kabar . dan memperdulikan masa depan saya.
Masih ada mereka yang selalu mengajarkan pengalaman hidup
dan memberi pandangan dari pengalaman hidup kakak kakak saya.
Saya memaklumi usia yang seperti ini memang butuh perhatian
dan pengarahan agar bisa membentuk pribadi yang lebih baik dan sekalu berfikir
positif. Karena untuk membentuk pribadi kita sebagai manusia biasa pasti
melakukan kesalahan, hal tersebut tak bisa dipungkiri. Karena kesalahan adalah
hal yang manusiawi.
Kita harus mendengar semua ocehan dari orang tua. Dan kita
tak boleh cuek terhadap mereka karena apabila kita cuek apabila mereka sedang
beroceh maka mereka akan menganggap kita tidak menghormatinya sebagai orang
tua, kita harusnya menerima dan jadi pendengar yang baik. Cukup dengar tangkap
apabila bisa sesuai dengan kepribadian dan keyakinan anda. Dan Smile aja dalam
hati. Tak usah ditamppakan pada situasi yang tidak memungkinkan karena hanya
akan memberikan kesan melawan. Dan ingat jangan sampai kita dendam terhadap
orang tua yang bersusah payah membiayai kita.
Karena orang yang menggurui itu tidak akan asal asalan
selain mereka pernah mengalami dan melihat. Orang tua sebagai orang yang lebih
tua dibanding kita telah melalui banyak perubahan fase kehidupan maka dari itu
mereka menyimpulkan hal hal yang terjadi dalam hidup mereka dan memcoba memberi
sedikit pengalaman dan ilmu kepada kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)








