Lihatlah kebawah (Perkara dunia), Lihatlah ke Atas (Perkara Akhirat)

07:11
Catatan kajian (Sabtu 01 Februari 2020)
Oleh Ustad Mutawatir Muhammad Arifin

Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam yaitu :

1.       Jika kamu bertemu maka ucapkanlah salam

2.       Jika ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya

3.       Jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat

4.       Jika ia bersin dan mengucapkan alhamdulillah, maka doakanlah ia
5.       Jika ia sakit, maka jenguklah

6.       Jika ia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya.


Salah satu sifat manusiawi manusia adalah adanya sifat iri (hasad) yang dimiliki. Akan tetapi sifat ini pada dasarnya tidak membawa kebaikan bagi kita, malah sebaliknya. Dampaknya bisa memakan kebaikan yang ada dalam diri kita. Dimana hasad merupakan sifat iri dengan menginginkan kenikmatan yang ada pada orang lain berpindah kepada dirinya. Naudzubillah minzalik! semoga kita terhindar dari sifat yang sudah merajalela ini.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya “pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan  nikmat Allah kepadamu (HR. Bukhari dan Muslim)
Salah satu hal yang mampu membuat hidup lebih tenang  adalah dengan melihat masih ada orang yang hidupnya lebih susah nan menderita dibanding kita. kita yang kondisi fisiknya masih sempurna dan kesadaran yang masih memadai tidak punya alasan untuk tidak bersyukur. Bentuk kesyukuran yang patut diapresiasi adalah nikmat kesehatan (ketika melihat masih banyak orang sakit) dan nikmat kemerdekaan (ketika melihat penjajahan kemanusiaan diberbagai lokasi). Sebaliknya, untuk perkara akhirat, kita sebaiknya melihat yang ibadahnya lebih mantap dari kita. jika kita belum mampu menjalanan sunnah, setidaknya tidak mencela mereka yang diberi keteguhan hati untuk menjalankan sunnah.

Dalam surah Hud ayat 15-16 dijelaskan pula makna serupa yang artinya : (15) barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti kami berikan (balasan)  penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. (16) Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa  yang telah mereka kerjakan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Like this ya