Pesona Parangloe Waterfall dan Bendungan Bili bili

17:45 0
Ini kisah hari ini
Sembari menghirup udara segar pagi ini.  Mengawali langkah yang masih tertatih berjalan menyusuri hidup yang masih belum pasti arah dan tujuan. Lekuk bumi yang sama saja, daratan, lautan, lembah, rawa, air terjun, bebatuan masih sama, masih ada, masih setia menghiasi bumi yang sudah renta ini.



Pesona Indonesia selalu menawarkan hal yang indah dan menarik untuk menghias retina dan menyejukkan kalbu. Awan yang surut tergulung dan terhanyut dalam lautan langi yang maha luas. Mengganti malam dengan cahaya surya dari ufuk timur.  Selamat pagi, Assalamu alaikum bumi.



Pagi ini kami akan melakukan perjalanan menuju air Terjun Parangloe, yang terletak di Kabupaten Gowa. Dari Maros, kami mengambil jalur alternatif yang dianggap bisa lebih efisien waktu. Dari arah Maros kota, belok kiri mengambil jalur menuju Kostrad Kariango, selanjutnya menuju Carangki, Sipur dan lewat dari jalur yang seharusnya. Di jalur yang salah ini, tiba tiba kesalahan teknis menghadang, ban motor Kahfi bocor dan harus ditambal. Smbari menunggu waktu tambal, kami menyempatkan bertanya kepada orang sekitar tentang jalur alternatif menuju air terjun Parangloe. Ternyata benar,  jalur yang kami lalui sedikit lewat sekitar 3 km. Akhirnya kami kembali setelah ban motor Kahfi ditambal.  Selanjutnya dengan memanfaatkan petunjuk dari GPS  yang sengaja kami nyalakan, kami memasuki wilayah kabupaten Gowa yang disuguhi dengan hijaunya pepohonan di kiri dan kanan jalan umum.





Kondisi jalan yang sudah dibeton membantu perjalanan sedikit lebih cepat, hanya pada bagian tertentu saja yang masih pengerasan. Sebelum memasuki lorong terakhir, disana terpampang spanduk berukuran besar yang isinya menginformasikan bahwa air terjun parangloe ditutup. Tapi setelah membaca keterangan dari beberapa website, air terjun tersebut memang tidak pernah dibuka. Tapi setelah mendapat informasi dari warga sekitar boleh saja memasuki lokasi tersebut, asalkan ingat “Hati – hati”,  Air bah bisa saja datang tiba tiba, apalagi kondisi musim hujan seperti saat itu. Kami hanya memperbaiki niat dan menyerahkan semua sama Allah, yang penting niat kita kesana tidak untuk maksiat, menjudge, apalagi merusak, kami yakin tidak akan terjadi apa apa, yang penting sudah berserah diri saja sama Allah sang pemilik kekuasaan.



Tiba pada tanjakan terakhir menuju air terjun, kondisi jalan sudah lebih parah dari sebelumnya, bebatauan yang sudah semakin besar, mengharuskan kami memarkir motor dan sedikit menggerakan otot kaki. Sekitar 300 meter mendaki ada jalur ke kanan, kondisi jalan tidak begitu memadai untuk highhills, sebaiknya memakai sepatu boot.



Gemuruh air telah terdengar, menandakan lokasi sudah semakin dekat, sesampainya di lokasi kami berada ditebing yang dibawah terlihat susunan batu yang diatasnya melekat air yang silih berganti, terlihat biasan putih kala air mengalir deras. Dan suara gemuruh kian berlagak kala air memecah bebatuan. Terdapat dua susunan tinggi pada air terjun ini. Kami memilih air terjun pada susunan paling bawah, susunannya lebih jelas, terlihat seperti benteng yang sudah rubuh. Dan arah air terjun ke segala arah menambah keelokan air terjun parangloe ini. Sungguh manis suasana yang ditawarkan, seolah mengajak kami berlama lama disini. Kesejukan yang ditawarkan seolah menghapus semua cerita mistis yang mereka ceritakan. Ini ciptaan tuhan, harusnya disyukuri, bukan ditakuti.



Setelah puas mengexplore air terjun Parangloe, memanfaatkan waktu yang tersisa di hari kedua Januari 2017 ini, Kahfi kembali mengganti ban motor yang bocor tadi. Mungkin tambalnya tidak begitu kuat, dan ia memutuskan untuk mengganti ban dalam. This is your ban day. Haha.



Budi yang mempunyai masalah dengan giginya mengajaknya berdamai dengan tidur di naungan pos ronda warga dusun sekitar. Dari titik point saat ini, tersisa sekitar 7 kilometer untuk menuju bendungan bili bili. Sebuah pemandangan yang jarang kami temui di Maros Pangkep. Awalnya kami memasuki kawasan kuliner bili bili, kami kira ini akses menuju bendungan, ternyata bukan. Waduh, pantas saja banyak asap mengepul yang mengeluarkan aroma sedap yang membuat perut teriak riang. Maaf saja, disini bukan tempat yang cocok untuk anak muda yang minim dana seperti kami. Tadi sudah diisi dengan bakso yang ada di Parangloe, itu sudah lebih dari cukup untuk bertahan sampai sore.



Setelah berjalan kembali ke arah Makassar dari arah poros Malino, Akhirnya ketemu juga, parkir yang hanya diperbolehkan di depan gerbang membuat para pengunjung menikmati keindahan yang ditawarkan disini dengan berjalan kaki. Betul, bebas polusi lebih baik untuk paru paru. Hembusan angin yang alami dari arah air yang dibendung seolah memanjakan keempat anak muda untuk segera mengambil pose berfoto.



Bendungan yang cukup panjang ini  tidak kami jelajahi seluruhnya, hanya sampai ke pertengahan. Itupun sudah memberi kesan pada retina dan memori hari ini. Luar biasa perancangan dan pengelolaannya. Pengujung yang datang rata – rata adalah mereka yang telah menghabiskan waktunya di Malino.  Adapun motor yang berlalu adalah motor warga yang ada diseberang bendungan. Mereka membawa sayuran yang berasal dari perkebunan subur di tanah subur ini.



Hari ini cukup dua tempat menarik yang mengisi memori catatan perjalanan kami. Indah untuk dipandang dan berkesan untuk dikenang. Tak lupa membeli oleh oleh rambutan yang berjejer semenanjung jalan dari Malino ini, lagi musimnya.

Surat Untuk Sahabat

00:44 2

Teruntuk dirimu yang sedang mengadu nasib di seberang pulau. Adakah rindu yang sempat mencuat di hatimu kala mengingat kampung halamanmu?. Kampung halaman dimana kamu tumbuh menjadi pemuda dewasa seperti sekarang ini. Tempat dimana tawa dan candamu mulai terukir, engkau rangkai bagai bunga yang masih segar dan wangi dan engkau susun bagaikan permainan puzzle saat kecil dulu.

Adakah cinta yang sempat kau tinggalkan disini ? Atau ada kebencian yang mengharuskanmu meninggalkan kota dimana engkau belajar pahitnya kehidupan. Ahh, mungkin tidak keduanya. Kami tahu engkau pergi untuk sebuah tujuan dan harapan yang engkau genggam bersama kepalan tangan kuatmu saat bekerja disana.

Tujuanmu sungguh mulia dengan tanggung jawabmu sebagai khalifah di muka bumi. Tuhan mengkaruniakan kepada dirimu udara untuk kau campur adukan dengan nafasmu. Serta semangat untuk kau dekap harapan itu bersama kalbu yang selalu bersyukur.

Aku terkadang iri denganmu, iri dengan pencapaianmu yang kalah satu langkah terhadapku. Iri dengan kekuatan hatimu serta keberanianmu untuk mengambil keputusan itu. Merantau. Tapi aku tahu engkau tidak sendiri disana, engkau bersama tuhan yang selalu engkau sembah di setiap sujud yang susah payah engkau bangun. Engkau bersama orang orang terbaik yang menghiasi harimu.

Aku masih disini, berteman dengan orang orang lokal seperti engkau saat masih disini dulu. Aku masih disini, belajar di  kota tempat dimana aku lahir dan menghabiskan seluruh hidupku hingga saat ini. Aku masih disini, bekerja berusaha memenuhi kebutuhan hidupku bersama orang orang yang masih setia kepadaku. Semoga kesetiaan mereka tidak akan meremehkan sesuatu, atau bahkan sampai merebahkannya, semoga tidak. Akupun mendoakan itu untukmu. Semoga engkau mendapatkan orang orang yang setia dan selalu dipertemukan dengan orang orang baik disana.

Cinta, bagaimana dengan cintamu disana? Apakah engkau telah menemukan dambaan hatimu? apakah engkau telah menemukan penguat di setiap jejak langkahmu?, teman bercanda dan menghabiskan waktu untuk bercerita tentang daerahmu dan segala leluconnya? politik penghianatan, dan keserakahan, atau perekonomian, seni,  serta kreasi anak – anak mudanya. Mungkin itu telah engkau ceritakan kepada cintamu. Cinta yang mungkin hanya kepada ibu kostmu, atau orang yang engkau tuakan disana.

Apakah engkau masih berpikir aku masih disini, akan menikah dengan orang orang lokal, membangun keluarga yang warahmah? Mengapa engkau tidak tanyakan itu pada dirimu mungkin saja jodohmu disini, masih engkau simpan hingga nanti kau kembali untuk menjemputnya. Jangan terlalu penasaran dengan jodoh karena kelak engkau pasti menemukannya. Berdoa saja, karena tuhan menciptakan jarak sebagai rasa rindu, dan doa sebagai penghubungnya.

Mungkin adik adikmu telah bertanya kapang kamu pulang. Kapan engkau mengunjungi pusara kakek nenekmu sekedar untuk mengingatkanmu pada kematian? Atau apakah mungkin nanti setelah engkau menikah, baru engkau sempatkan kunjunganmu. Semoga doa yang engkau panjatkan di penghujung sholatmu sampai untuk mereka.

Aku masih disini belajar tentang ekonomi dan keuangan yang menjadi masalah setiap orang. Mulai dari para wakil rakyat, bahkan pelaku bom bunuh diripun mengalami masalah ekonomi. Mungkin ilmu yang kau peroleh sudah semakin bertambah bukan?. Apa kabar dengan ilmu agamamu duhai sahabat, apakah senantiasa ditambah juga ?. Semoga iya, karena alangkah meruginya kita wahai sahabatku jika hanya membiarkan tahun berlalu tanpa bertambahnya ilmu. Karena akan tiba masanya kita yang akan menjadi pengajar, baik untuk istri/suami, juga untuk anak anakmu kelak. Siapa tahu saja tahun depan, atau tahun tahun terdekat, akan ada orang spesial yang akan kita beri pelajaran.

Semoga di penghujung tahun ini banyak bekal ilmu yang diperoleh dari tahun tahun yang telah kita jalani di tempat yang berbeda dan waktu yang berbeda. Juga, semoga harapan (untuk dikabulkan) senantiasa menjadi tujuan dari setiap doa kita. Semoga di tahun yang akan datang keinginan untuk dekat dengan orang orang yang baik nan sholih terwujud. Jauh dari zina dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Maros, 31 Desember 2016

Telusur Celebes Canyon dan Pohon Jomblo Barru

07:14 0

Jum’at 23 Desember 2016. Sepoi angin pagi, begitu hangat dengan candaan dibuahi teh susu hangat dan semangkuk kue. Mohon ijin keluar sebentar hari ini | iya diijinkan. Tujuan hari ini sudah direncanakan seminggu yang lalu, jum’at ada libur jadi disempatkan untuk menjelajahi sebagian kecil kabupaten Barru. Ide ini muncul setelah mendengar cerita dari teman teman juga sedikit jelajah akun instagram dengan hastag #explorebarru. Akhirnya muncul sebuah kesimpulan untuk mengunjungi celebes canyon dan pohon jomblo (bukit lakeppo) yang sama sama berada di kecamatan Tanete Riaja, hanya beda desa saja.

Mulai jalan dari Maros pukul 10.00, setelah sebelumnya menunggu bidadari bidadari (@oktovianasudarlina dan @evhy_novianty) dari kayangan dulu berkumpul di kampus yapim Maros. Cuaca yang cukup cerah dibalik awan gelap yang sempat bergemuruh pagi tadi, tapi sekejap lenyap seolah merestui perjalanan kami hari ini. Rencana ingin mengendarai vespa milik si @boedhizoftware, tapi dengan sedikit perbincangan kecil akhirnya mengendarai moju (motor jupitermx) lagi.

Setelah bertemu keempat pejalan dari Maros, saatnya mengail kawan yang ada di pangkep. @nawirthawonk @kappiteng . Sayang sekali, harus menunggu beberapa menit lagi karena kappiteng yang baru bangun. Pagi menjelang siang menjejal aroma makanan di sekitar wilayah pangkep, dan dibumbuhi dange dari Segeri serta Lemo (Jeruk) yang tersusun rapi di pinggir jalan mengiringi perjalanan kami. Akhirnya, setelah melewati perbatasan pangkep Barru, terlihat pemandangan yang cukup menarik di tepi kanan gunung dan tepi kiri pantai. Disini selalu menjadi tempat andalan kala melewati jalan trans sulawesi - Pare pare.  Di depan pantai ini terdapat sebuah pertamina, kami manfaatkan untuk mengisi bahan bakar sebanyak Rp. 20.000 sudah cukup untuk pergi dan pulang.

Berhubung karena hari ini adalah hari yang berkah (Hari Jum’at) maka kami memanfaatkan peluang besar untuk melaksanakan sholat jum’at beberapa  puluh kilometer dari rumah. Mencoba mencari perbedaan tata cara orang Barru sholat jum’at. Ternyata tidak ada bedanya, kami ummat muslim sama sama melakukan ibadah yang sama, walaupun di tempat yang berbeda. Pada rangkaian shalat jum’at semua ummat muslim sama sama mendengar khutbah dari seorang khatib sama sama sholat dua rakaat dan sama sama merasakan ketenangan. Itulah yang membuat ummat muslim kaya “kebersamaan”. Tidak seperti yang digambarkan resim – resim radikal yang memperebukan kekuasaan di belahan dunia lain. Ba’da sholat jum’at perjalanan pun dilanjutkan, tapi sebelumnya harus mengisi bahan bakar usus dulu. Bukan hanya kendaraan yang butuh bahan bakar. Perut juga.



Jalur menuju Celebes Canyon Desa Libureng Kecamatan Tanete Riaja ini, tepat pada lampu merah pertama yang ditemui setelah memasuki Kabupaten Barru. Belok kanan dan menemui pasar lokal masyarakat Barru. Tak jauh dari pasar ini terdapat jalur rel kereta api yang diatasnya dibangun jembatan layang sebagai jalur transportasi warga. Jalan poros disamping pasar ini adalah jalur yang menghubungkan kabupaten Barru dan Soppeng. Jadi cukup ramai di siang hari, tapi tidak sepadat jalan dikota.


Menurut info dari warga yang sempat kami tanya, ada sekitar sepuluh sampai dua belas kilometer untuk sampai di celebes canyon dari jalan poros.  Tapi itu bukan sebuah halangan apalagi hambatan. Jalur sejauh itu sudah biasa kami lalui. Sekitar tujuh kilometer masuk terdapat papan nama yang menunjuk ke arah kanan (Air terjun wae sai’) tapi itu tidak termasuk ke dalam jadwal kami. Mungkin lain waktu  jika ada kesempatan.

Menyusuri perjalanan yang sejuk, di kiri kanan ada areal persawahan, sesekali kami menyebrangi sungai, dan dihadapan kami terpampang gunung yang berdiri kokoh, bak sebuah benteng pada pertempuran. Tak lama kemudian akhirnya kami menemukan papan petunjuk kecil berwarna kuning, sepertinya dibuat oleh mahasiswa KKN yang pernah tinggal di desa ini. Arah celebes canyon ke arah kiri. Tapi pada saat kunjungan kami, jalan masih sementara di perbaiki. Jadi motor harus disimpan didekat pemukiman warga. Tidak jauh keatas. Karena  hal ini, sehingga membutuhkan stamina yang kuat untuk berjalan. Sebenarnya trip tidak sah apabila tanpa hentakan kaki. Bukan hentakan ban. Setelah berjalan sekitar lima ratus meter melewati pinggiran gunung dan pematang sawah, akhirnya sampai juga ke tempat yang menjadi doa malam itu.

Celebes Canyon, mewah dengan kesan ornamen batu yang begitu lembut. Tersusun tidak beraturan tapi artistik. Seperti biasanya, peralatan memotret pun dikeluarkan. Mencari spot spot keren untuk background. Mungkin waktu tiga puluh menit cukup untuk menyelesaikan perjalan ini. Karena perlengkapan yang  kurang memadai akhirnya kami memutuskan untuk tidak mandi.

#POHON JOMBLO (BUKIT LAKEPPO)

Adalah pohon yang dikelilingi padang rumput yang begitu luas. Sejauh mata memandang, hanya kehijauan yang terpampang. Subhanalah, Masya Allah. Indah sekali mahakarya sang pencipta. Semoga hambanya yang menikmati tempat ini tidak lupa bersyukur. Tempat ini memang masuk dalam jadwal perjalanan, tapi kami tidak tahu jalan menuju kesana.

Akhirnya, setelah beberapa kali bertanya kepada warga sekitar kami pun menemukannya. Kondisi jalan yang tidak begitu memadai, menjadi  masalah bagi motor yang ceper. Kondisi jalan yang berbatu tajam. Membuat motor saya terpingkal pingkal. Tapi tidak masalah demi sebuah keindahan. Karena sesuatu yang indah akan butuh perjuangan untuk menggapainya.

Bagi yang punya kepenatan hidup, bisa menjadikan tempat ini untuk berteriak bebas, sekencang kencangnya sesuai jalur masalah masing masing. Dipuncak bukit yang masih saja hijau oleh rumput ini, sebenarnya terdapat beberapa pohon kecil yang sepertinya akan membantahkan status pohon jomblo yang berada di tengah bukit ini. tapi dibalik puncak bukit juga terpampang keindahan yang tidak kalah manisnya.

Seperti biasa, jurus yang dikeluarkan tetap sama, meraih alat penyimpan gambar. Dan mengambil beberapa gambar pada setiap spot menarik. Sebelum memasuki bukit lakeppo ini, dibagian bawah, terdapat padang rumput yang sengaja diberi pagar. Rumput yang ada didalamnya begitu subur, jika diandaikan itu adalah kasur mungkin sudah banyak yang berbaring ditempat itu. Hipotesisnya, para petani yang memagari rumput itu adalah warga sekitar yang punya ternak kuda. Karena kami sempat bertemu dengan beberapa ekor kuda yang sedang bersantap di padang hijau ini.

Bagaikan bukit pada film masa kecil “teletubies”. Tempat ini pasti memiliki sejarah, pohon ini pasti memiliki  sejarah, dan biarlah sejarah itu tetap tersimpan sebagai pengingat bagi  manusia yang hidup pada generasi selanjutnya.

***




Waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 17.00, kami harus bergegas kembali. Perjalanan yang melewati tiga kabupaten ini masih butuh waktu sekitar dua jam. Senja yang memudarkan penglihatan sore itu membuat kami menyinggahi rel kereta api yang masih jarang ditemukan oleh kami masyarakat Maros. Sekedar mengambil gambar untuk kenangan. Sebelum kami  masuk, sudah ada beberapa anak muda yang juga menikmati senja di rel ini. Tak lama kemudian, suara lantang adzan magrib pun terdengar. Kami harus segera bergegas, menutup kisah perjalanan hari ini. Tak lupa sebelum menutup perjalanan ini, kami sempatkan membeli dange’ sebagai oleh oleh dari pangkep, rasanya manis. Semanis kisah persahabatan kami.

Negeri di Atas Awan, Lolai Toraja

06:29 0
Kringkkringg kringking. Denting suara alarm menyeka kegiatan sore ini. Sudah pukul lima sore. Mengingat sebentar malam ada acara duduk sambil melintasi beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Kegiatan sore ini dikantor harus dihentikan. Walau ini adalah hari sabtu, pekerjaan yang tidak bisa dibendung banyaknya memaksa kami harus menyelesaikannya di hari libur. Apalagi salah seorang teman sedang cuti, dan pekerjaannya dilimpahkan sepenuhnya.

Sembari mengingatkan kembali posisi teman yang fix berangkat, kami berkomunikasi via line dan BBM. Menyiapkan perlengkapan untuk hangout selama dua hari. Tujuan kami kali ini adalah Lolai (negeri di atas awan) Toraja. Salah satu Kabupaten andalan Sulawesi Selatan dengan objek wisata budaya, alam, dan sejarahnya yang tidak tertandingin oleh kabupaten lainnya. Ke Toraja, Setelah sebelumnya keinginan untuk ketempat ini tertunda karena teman kerja, pemuda asal Medan dan Palu harus kembali ke tempat asalnya.

Pukul 20.00 wita kami berangkat dari kota Maros menyusuri aspal dingin yang baru saja kering diterpa hujan sore tadi. Alam sebagai joki andalan, mengendarai kuda dengan mulus. Tiba di kabupaten pertama setelah melewati Butta Salewangan, bergabung seorang pemuda lokal pangkep dalam perjalanan yang menakjubkan kali ini. Nawir, Halim dan Rustan.

Seperdua malam yaitu pukul 00.30 kami tiba di kabupaten Enrekang. Tepat di hadapan gunung nona yang menatap kami menantang. Tapi segera kami tepis dengan semangkuk mie instan rebus ditambah telur sebagai menu andalan anak muda kere. Warung – warung disini sengaja dibuat dengan tekstur bangunan yang tinggi. Dan dibagian belakang dibuat terbuka agar membuat pengunjung tertarik dengan suasananya. Walaupun sudah tengah malam, samar -samar terlihat bentuk gunung nona di kejauhan. Mungkin akan lebih menarik berada di warung ini pada siang hari. Apalagi dengan hembusan angin sepoi yang memanjakan.

Setelah rehat sejenak. Pukul 01.00 Kami melanjutkan perjalanan dengan oleh oleh teng teng berbentuk balok yang ditawarkan oleh masyarakat lokal, katanya berkhasiat menghilangkan dingin bagi pemuda (sudah kayak selimut). Sekitar pukul 03.00 dinihari kami sampai di pusat kota Makale. Icon kotanya adalah sebuah kolam besar yang ditengahnya terdapat patung pemuda berdiri. Di dalam kolam terbias warna lampu yang wana warni dari hotel dan kantor pemerintah yang ada disekelilingnya. Di tempat ini terlihat rombongan pemuda yang awalnya kami pikir adalah penduduk lokal. Ternyata mereka adalah pengunjung dari Makassar yang juga akan menuju ke lolai (negeri di atas awan).

Kebetulan ini adalah kunjungan pertama kami berlima, dan kami belum tahu jalur menuju Lolai Toraja.  Kami mengikuti rombongan pemuda tadi. Di persimpangan kota Rantepao setelah melewati patung kerbau belang ada sebuah gereja yang disampingnya berjejer rumah tongkonan yang kelihatannya masih baru. Berbelok ke sebelah kiri dan mengikuti petunjuk dari rombongan tadi. Dengan mengendarai motor mereka dengan gesit melintasi jalur mendaki menuju lolai. Dengan jalan yang berliku menanjak, ini sedikit menjadi tantangan buat Alam. Tapi itu mampu dilewati dengan seksama.

Pada tahap awal, ada sebuah lokasi yang dijadikan  basecamp oleh pengunjung yang mungkin juga dari Makassar. Tapi disini tidak terlalu ramai. Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Setelah beberpa kilometer dari lokasi tadi, antrian kendaraan sudah mulai nampak. Walaupun dinihari menjelang subuh begini masih banyak kendaraan yang mengatur posisi parkir. Kabarnya banyak dari mereka yang memang memanfaatkan waktu dinihari menjelang subuh begini untuk menunggu pagi dan tidak ingin menginap di puncak lokasi tongkonan lempe.

Akhirnya kami sampai pada pukul 03.40. Sebelum memasuki lokasi ada sebuah pos yang dijadikan tempat pembelian karcis. Dan biaya karcis masuk Lolai tergolong murah, yaitu Rp. 10.000 per orang. Dan untuk biaya penjagaan (parkir) kendaraan adalah Rp. 10.000. Mencari lokasi di antara tenda tenda yang telah dibangun (disewakan). Akhirnya dapat lokasi disamping kiri tongkonan lempe. Di puncak ini terdapat lima Tongkonan yang kabarnya dari keturunan keluarga Lempe.  Makanya tongkonan pada puncak ini disebut “tongkonan Lempe”. Di dalam tongkonan terdapat pengunjung yang beristirahat. Entah berapa sewa satu malam di tongkonan ini. Tapi untuk tenda ditaksir sekitar Rp. 130.000 – Rp. 150.000 per tenda sudah lengkap dengan kasurnya. 

Tempat sholat di Toraja

Selama perjalan di Toraja, belum pernah nampak sosok masjid. Mungkin belum berjodoh menemui masjid di kabupaten yang mayoritas non muslim ini. Tapi pada Tongkonan Lempe sisi kanan ada pemandangan menarik. Tongkonan ini digunakan sebagai tempat sholat dan ini lokasinya di Lolai. Meskipun tak ada mushollah seperti di tempat wisata pada umumnya, di tempat ini tersedia tikar dan beberapa helai sajadah. Subuh hari secara bergantian pengunjung yang beragama islam memanfaatkan tempat ini untuk menunaikan keajaiban, mensyukuri nikmat dan keindahan pandangan yang diberikan oleh sang penciptanya. Dibelakang tongkonan ini juga terdapat tempat wudhu dan wc umum gratis.

Detik munculnya awan

Pada pukul 05.00 ramainya pengunjung sudah terlihat, mengambil posisi menanti terbitnya matahari (sunrise) di ufuk timur gunung toraja. Setelah cahaya sudah mulai menerpa bumi gerombolan awan mungil datang menampakan wajah manisnya. Mirip ikan koi yang muncul di antara ikan jabir dari sebuah kolam ikan. Subhanallah ! indah dan damai sekali suasana pagi itu. Sungguh besar mahakarya dan maha kuasanya Allah. Hamparan awan yang menyelimuti seluruh wilayah pemukiman di Toraja. Hanya terlihat puncak gunung berwarna biru gelap di timur sana. Rasanya benar benar seperti sedang berada di negeri di atas awan. Mungkin hampir mirip di film perjalanan mencari kitab suci, saat kera sakti saat sedang berada di negeri dewanya.

Pengunjung dengan senjata andalan modernnya mengambil pose respect jika sedang berada di depan kamera. Ada yang memakai tongsis, drone, gopro, DSLR, dan kamera handphone.  Mengabadikan moment berharga di minggu 11 Desember 2016 ini. Kami tak mau ketinggalan, dengan memanfaatkan kotak digital seadanya. Jepretan demi jepretan mulai terdengar. Aktor dengan berbagai gaya sudah mulai beraksi.  

Mungkin pertanyaan yang sering mengganggu calon pengunjung negeri di atas awan Lolai Toraja adalah kemunculan awan yang masih belum bisa diprediksi. Tapi hari itu keberuntungan berpihak, walaupun pada saat berangkat dari Maros masih hujan. Setelah di puncak lolai ini cuaca sangat mendukung. Tips, biasanya akan ada cerah setelah hujan, dan awan akan senang jika menghiasi langit yang pernah basah.  Dan kemunculan awan yang cukup lama yaitu pada pukul 05.00 – kami pulang yaitu pukul 09.00. 



Wisata Tongkonan di Kete' Kesu
Sebelum kembali ke Palopo kami menyempatkan diri mampir untuk wisata budaya dan sejarah di Kete' kesu. Salah satu objek wisata yang tersedia disini. Saat masuk ke gerbang utama, berjejer tongkonan yang beberapa diantaranya di bagian atap sudah ditumbuhi tumbuhan. Salah satu tongkonan yang berukuran besar ternyata adalah sebuah museum. Di dalamnya terdapat benda benda pusaka, koin yang digunakan sebagai alat pertukaran, perlengkapan dapur bahkan sampai pakaian orang dulu toraja terdapat di tempat ini.

Menelusuk ke bagian belakang, terdapat lokasi penguburan mayat. Tapi disini mayat mayat yang sudah lama, karena banyak yang terlihat tinggal tengkorak dan peti yang sudah lapuk.

Manfaat Positif Bloging Bagi Mahasiswa

06:13 0
Mahasiswa adalah usia produktif untuk pengembangan diri. Di usia ini sangat rentan dengan berbagai gejala penyakit. Penyakit untuk sukses, gagal, berperilaku positif/negatif, agamis, apatis, ateis, hura – hura, hiking, ilmiah, analisis dan masih banyak penyakit lainnya. Bahkan penyakit yang akut pun bisa timbul pada masa ini.

Menurut Albert Einstein “Cobalah untuk tidak menjadi orang sukses, tapi jadilah orang yang bernilai”.  Dan itu bisa dibangun pada masa masa mahasiswa. Berbagai penyakit bisa disembuhkan atau dicegah  dari keputusan kita sendiri. Dan penyakit diatas merupakan pilihan yang dibangun dari kebiasaan yang terlatih.

Prinsip dari Albert Einstein diatas bisa dijadikan panutan dan tombak awal untuk menjadi seorang bloger di usia mahasiswa. Tak harus menunggu sukses agar bisa berbagi ilmu, karena sukses hanyalah sebuah penilaian dari orang lain  dengan pertimbangan karya karya dan perbuatan perbuatan yang bernilai.  

Menjadi seorang blogger juga adalah penyakit yang positif. Karena ketika menjadi seorang blogger maka kita bisa bermanfaat langsung, baik bagi diri sendiri dan orang lain. Dalam berbagai postingan terdapat banyak sekali manfaat blogging, ada yang memanfaatkan untuk ladang bisnis, ladang amal dan ladang pembelajaran. Terkhusus bagi mahasiswa dari berbagai manfaat positif bloging berikut diantaranya :

1. Berbagi ilmu tanpa bertemu langsung.

Bloging adalah proses menulis gagasan yang menghasilkan artikel dan bermanfaat bagi pembacanya. Seorang akademisi seperti mahasiswa pasti telah memiliki berbagai ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari lahir hingga lulus sekolah menengah  atas/kejuruan. Dalam tahap hidup di usia sekolah formal selama kurang lebih 12 tahun, pasti banyak  transfer ilmu dari guru guru yang mengajar secara ikhlas. Sebagai siswa yang iklas menerima transfer ilmu ini, akan banyak hal baru yang ditangkap dan itu bisa kita bagikan kembali dari sudut pandang kit a sendiri. Ilmu yang dimiliki akan bernilai jika dimanfaatkan / diajarkan kepada orang lain. Jika kita berbagi maka ilmu yang dimiliki pun tidak akan berkurang malah sebaliknya, akan bertambah. Bloging adalah media yang sangat baik apabila seorang mahasiswa ada yang ingin membagi ilmu, tapi kurang percaya diri jika harus menjadi seorang guru di kelas (bertatap muka). Nah dengan bloging, tanpa bertemu secara langsung kita sudah bisa membagi dan membuat orang lain mengerti arah pikiran kita.

2. Menulis, jangan hanya bisa membaca

Manfaat bloging yang kedua adalah mampu menulis. Banyak dikalangan para akademisi yang sukses tapi punya kemalasan jika diminta untuk membuat sebuah tulisan. Dengan menjadi blogger di usia mahasiswa kita sudah belajar menulis gagasan. Jika semua buku yang ada di perpustakaan harus dibaca secara bergilir selama beberapa tahun, maka akan habis ilmu dari buku itu, dan terkumpul di dalam otak si pembacanya.  Jika isi buku itu berhasil transfer 100% ke dalam otak, maka apa yang harus dibaca jika tidak ada sebuah tulisan. Maka dari itu jadilah orang yang bisa membaca juga  handal dalam bidang menulis. Menulis juga sangat baik untuk dilatih, karena pada setiap semester akhir setiap  mahasiswa akan membuat skripsi yang isinya disusun dengan menulis.

3. Mampu menyimpulkan
Menjadi seorang blogger, akan menciptakan kebiasaan membaca dan menulis, tapi yang lebih utama adalah membaca. Karena salah satu dari ketiga inspirasi menulis dari Tere Liye adalah (1) melakukan perjalanan (2) bertanya pengalaman orang lain; dan (3) membaca.  Setelah membaca maka seorang blogger akan mampu memberikan kesimpulan dari apa yang dibacanya, untuk selanjutnya dituangkan dalam tulisanya dan gagasan yang diungkapkan kepada orang lain (baik secara face to face, maupun sdengan tulisan). Terkadang setelah membuat sebuah tulisan, sebagai bahan referensi buat diri sendiri, para blogger akan menyimpulkan sendiri apa inti dari tulisannya.

4. Mencari penghasilan
Dalam blogging, ada beberapa mahasiswa yang memanfaatkan untuk ladang bisnis demi memperoleh penghasilan. Pada dunia blogger, ada sebuah jurus ampuh untuk memperoleh uang dari hasil tulisan di blog. Jurus itu adalah google adsense (pengiklanan google). Kita bisa membuat google untuk memasang iklan di blog kita, dengan cara menarik hatinya dengan tulisan tulisan yang menarik dan bermanfaat untuk orang lain. Selain iklan dari google kita juga bisa memanfaatkan blog sebagai media penjualan online. Sudah banyak saat ini blog yang berfungsi sebagai sarana promosi maupun penjualan online.

5. Membuat bacaan online
Tanpa disadari, beberapa postingan yang dibuat secara terus menerus dan update akan menjadi sebuah buku online. Untuk jaman android seperti saat ini, akan membuat mahasiswa malas berdiri lama lama di depan mading (majalah dinding kampus) maka dengan informasi yang dibuat oleh para blogger akan membuat sebuah bacaan online yang membuat kenyamanan bagi para pembaca dengan kesan lebih segar. Bukan hanya bagi mahasiswa, bagi pembaca umum pun lebih sering mencari bacaan di internet dibanding membuka buku secara langsung. 


Ada banyak manfaat bloging bagi para mahasiswa, yang pasti blog adalah media untuk membuat dan menyebarkan gagasan secara merdeka, tanpa tindakan anarkisme. Blog adalah sarana positif yang memiliki banyak manfaat bagi anak muda yang asli. Asalkan membuat tulisan dan mendoakan para pembaca untuk terus berpikir positif.

Kata Abu, Jangan Jadi Anak Muda Palsu

07:17 1
Air Terjun Maddenge (Camba)
"Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia" kutipan kata dari presiden pertama republik Indonesia. Singkat, tegas, dan jelas. Maknanya dalam dan fokus sama pemuda. 

Mengapa harus pemuda? Mengapa bukan pemudi atau pemadam ? *ehh*.
Karena pemuda punya segudang potensi dan segudang kekuatan yang tidak dimiliki orang tua,*sudah pasti lah*. Yang muda, lebih kuat tenaga dari orang tua, tapi belum tentu lebih kuat pengalaman dan pengetahuan. 

"Talk less do more" - artinya kurangi bicara, perbanyak bertindak. Prinsip yang harus dipahami anak muda jaman sekarang. Meskipun sepertinya kata tersebut lebih mirip iklan rokok, tapi prinsip ini sudah banyak dianut dinegara negara lain, alangkah baiknya jika prinsip tersebut juga dikembangkan di negara kita khususnya bagi pemuda. Hal itu sangat berkaitan dengan pepatah produk lokal yang berbunyi "tong kosong nyaring bunyinya" banyak bicara yang tidak ada artinya. 

"Jangan jadi anak muda palsu" kata Abu, artis instagram yang tenar dalam film uang panaik mahar(l) Makassar. Kesannya lucu, tapi jika dipahami dari sudut pandang yang lain itu merupakan motivasi dan semangat bahwa pemuda memang punya segudang kekuatan yang harus terus dipacu, dan menjadikan masalah hidup sebagai landasan pacu agar bisa terbang.
Sebenarnya abu mengatakan hal tersebut untuk memotivasi temannya yang sama sama anak muda. Sebagai anak muda Bugis Makassar mereka tidak boleh patah semangat, berjuang demi apa yang diharapkan. Seperti kata pepatah Bugis Makassar "Sekali layar berkkembang, pantang biduk surut kembali" Artinya ;  Ketika kita sudah merealisasikan tekad/niat Maka, pantang bagi seseorang untuk menyerah (surut kembali). 

Anak muda masih punya tenaga berjalan ke masjid untuk melakukan shalat berjamaah, mengajak orang lain kedalam kebaikan dan bermanfaat dilingkungannya. Setidaknya sebagai pemuda bisa sedikit bedalah dari orang tua yang hanya menuntut kebaikan dari anak anaknya. Dialah yang  menjadi objek untuk menjadi baik. 

Yang muda yang berkreasi, *iklan lagi*.
Jadilah anak muda Asli, Jangan jadi anak muda palsu yang dituduhkan abu. Bukan hanya lumbung harta yang harus dikumpulkan, tapi lumbung pahala juga harus diprioritaskan dari muda.
semangatki anak muda.



























Dibalik Kata “ Santai Saja, ini Hanya Dunia ”

06:47 0
Terlihat seorang anak muda yang sedang asik menikmati harinya.  Da berdiri disana sudah sejam lebih. Mencoret tembok dengan pilox, di tepi jalan yang agak tersembunyi dari keramaian. Meluapkan emosi dari imajinasinya.  Kreatif sekali.  Gambar yang dihasilkan pun bernilai seni tinggi. Sangat jarang ada anak muda yang mempunyai bakat sehebat dirinya. Jika hasil coretan piloxnya itu dikonversikan ke lukisan yang dipasang pada pameran pameran pelukis terkenal, maka itu akan jadi  sangat menarik dan terkesan “mahal”.

Aksi anak muda itu dilakukan disore hari, kala matahari sudah mengeluarkan cahaya orange. Tembok yang menghadap ke barat, (arah kiblat yang dianut masyarakat indonesia), itu berkilau dengan warna dasar kuning. Terbias cahaya orange menyilaukan mata, memancing seorang anak muda lainnya untuk menghampiri.

“Apa yang kamu lakukan disini? Jangan mengotori sembarangan. Kalau mau melukis, di buku gambar sana !” seru anak muda yang baru datang itu.

“Ini kan milik umum, terserah saya mau melukis dimana”. Pembelaan dirinya.

“Santai maki’ saja ces. Dunia ji ini. (santai saja ini hanya dunia), jangan terlalu serius hanya karena mau terlihat hebat”. Seru anak muda itu lagi.

“harusnya kamu yang santai, jangan peringati orang lain kalau kamu juga hanya sibuk mengejar dunia”. Tangkisannya.

Ternyata mereka adalah sahabat yang sedang mengalami masalah. Setelah lulus, masing masing sudah terlalu sibuk dengan aktifitasnya, dengan rutinitasnya dan dengan orang orang baru yang mereka temui yang lebih sibuk dari biasanya.

Dunia memang tempatnya kesibukan, sibuk bekerja, sibuk belajar, sibuk mengurus (menurus anak/istri/suami/keluarga), sibuk beribadah dan sibuk yang lainnya. Dunia terlalu sibuk sampai - sampai membuat banyak manusia lupa bahwa dirinya tidak akan hidup selamanya.

Tapi kita tahu bahwa dibalik kesibukan yang dilakukan seseorang itu semua pasti punya tujuan. Tergantung manusianya, apakah tujuan yang ingin dicapai sementara atau selamanya, tujuannnya dunia atau dunia dan akhirat.

Kembali ke kata “Ini hanya dunia, santai saja!” sebenarnya itu hanya ungkapan untuk para pemburu. Pemburu kemewahan dunia. itu hanya sekedar peringatan bahwa jangan terlalu sibuk dengan tujuan dunia yang belum jelas apakah itu baik atau tidak. Jangan jadi pemburu yang terlalu ganas.  Karena cepat atau lambat nafas tak akan bisa menyatu dengan raga.  Sekuat apapun engkau di masa muda,  pasti akan tiba hari tua yang membuatmu menyesali kekuatan yang tidak dimanfaatkan dengan baik.

 Ada juga yang menyalahartikan ungkapan ini ke hal hal yang menyangkut kegiatan agama . Misalnya orang yang ibadahnya rajin dikatain begitu. Tidak takut dosa? Orang yang seperti itu yang harusnya diperingatkan bahwa dunia hanya sementara.

Ini hanya dunia, dunia akan tetap menjadi dunia tempat orang akan terlena. Jadi hati - hati, dan jangan lupa untuk saling nasehat menasehati dalam menetapi kebenaran dan kesabaran. 

Like this ya