Menelusuk Telaga Wae Merrung (water sound)

06:50 2
Suasana hening, tenang dan damai masihh teringat jelas, ketika menikmati pemandangan di wae merrung ini. duduk ditemani semilir angin sepoi di tengah hutan belantara yang jauh dari rumah dan suasana bising pemukiman warga. Bersatu dengan alam, dan menikmati nyanyian merdu dari burung diiringi musik dari wae merrung yang dalam bahasa bugis adalah air berbunyi. 

Benar ketika berada di tempat ini, suara derasnya air mengalir yang terdengar, bukan suara kendaraan yang membuat bising telinga. Air yang berada dari celah gunung batu kemudian mengalir ke celah pegunungan batu lainnya. Telaga ini hanyalah tempat persinggahannya. dikelilingi pohon hijau dan batu disekitarnya. konon kata masyarakat setempat di telaga ini terdapat udang dan beberapa ikan besar yang enak untuk dijadikan lauk. sayang sekali akses untuk menuju telaga yang berwarna biru alami di musim kemarau ini cukup jauh. Membutuhkan waktu tiga jam untuk menggapainya. Tentunya dengan berjalan kaki. Kendaraan tak bisa masuk kesini, karena rintangan awalnya, kita akan melalui hutan nipa yang di beberapa bagiannya terdapat aliran sungai sebagai jalur treknya. Selain sungai anda akan diajak naik dan turun gunung. tidak terlalu tinggi sih, tapi sering. Sekitar tiga belas kali tanjakan dan dua belas turunan. untung saja di beberapa bagian terdapat bonus jalan datar.

 Jika ingin melihat perjuangan teman yang gendut berpetualang silahkan ajak kesini. Karena sensasi itulah yang dirasakan Budi, teman kampus yang punya badan cukup besar ini. Mesu'-mesu' dibeberapa bagian terjal untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. sesekali dia membunyikan pluit kala berjalan sendirian karena tertinggal dari rombongan.. Tak ada yang berani menunggunya, karena semua sudah penasaran untuk segera menemui telaga biru ini. dan turunan yang sesungguhnya akan berada tepat di tepi telaga wae merrung ini. 

Letak telaga berada di Dusun Tompobalang Kecamatan Bantimurung Kabupaten maros. Bisa ditemui jika mengemudi menuju taman purbakala Leang Leang. Apabila mengendarai motor bisa diparkir di kolom rumah warga yang dijadikan sebagai basecamp langpalang. dan para pengunjung yang hendak masuk diharapkan melapor di sini. Jika takut tersesat, maka anggota komunitas pecinta alam dari dusun ini akan bersedia mengantar, Tapi tidak sampai ke tujuan, cukup setengah jalan saja. karena selama perjalanan anda akan dibantu dengan tanda dari tali rapia yang diikatkan di pohon sebagai penanda jalur. 

Sayang sekali, hari disaat berkunjung ketempat ini pada saat musim hujan belum usai. Jadi airnya belum terlalu membiru. Apalagi semalam sebelum kami menginjakan kaki disini hujan sudah sampai lebih dahulu.  

Maha kuasa allah yang menciptakan semua ini. Subhanallah. Allahu akbar. Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan (Ar-Rahman) 

Perjalanan yang begitu berkesan, ketika kehabisan bekal air minum. Air alami dari gunung yang ada disisi kiri dan kanan perjalanan bisa dimanfaatkan. saran saya bawa bekal yang secukupnya untuk jalan kesini. bekal makanan, doa dan tenaga. 

Birunya air di musim kemarau


Setelah hujan





Kondisi apabila telah hujan



Turunan terakhir dan tanjakan pertama saat pulang

Awesome, Rangkulan dari Air Terjun Lengang Laiya

06:31 0


Lengang Waterfall

Salah satu spot keren, dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan dan tak kalah dengan air terjun yang ada di Malino, adalah Lengang waterfall. Air terjun yang wajib dikunjungi kala berwisata ke Sulawesi Selatan. Letak air terjun yang berada di dusun Bonto Manai Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros bisa ditempuh sekitar kurang lebih satu jam dari Kota Maros.

Perjalanan yang begitu menegangkan, terjal dan berbatu menambah keseruan jalan jalan (baca : petualangan) hari ini. Jalan menuju ke Camba memang menegangkan, selain jurang yang berada disisi kiri dan gunung di sisi kanan pengendara membuat kita  selalu merasa was was dan terus waspada.

Selama masih berpegang teguh kepada perlindungan sang khalik disertai doa yang terus mengalir insya allah anda aan selamat. Dalam memulai suatu urusan (salah satunya petualangan) syarat sahnya adalah berdoa. Berdoa Menurut agama dan kepercayaan masing masing “berdoa dimulai... Aminn”.  =)).

Minggu, 28 Februari 2016 bersama beberapa teman seperjuangan SMK, kami berangkat dari rumah Azizah menuju Desa Laiya tempat kediaman Arfah. Rencana awal dari pukul 08.00 Wita. Berubah dan mengikuti kemauan jam karet yang sudah sangat sering kami pelihara di setiap berencana. Molor dua jam akhirnya kami berangkat pukul 10.00. Sudah menjadi hal yang lumrah, apabila jam karet seperti ini, jadi sudah pada mengerti semua.

Hal yang lebih lumrah pada generasi pemuda jaman sekarang. Adalah mempublikasikan rencana ke media sosial sebelum berangkat. Ada kata “Otw yang merupakan singkatan dari on the way /  Cuss /  *gambar pesawat dsb, diikuti nama lokasi yang hendak dituju. Pamer atau hanya sekedar tuntutan hati atau hanya ingin terkesan memasang status keberangkatan. Entah apapun itu tapi saya sarankan tidak usah. Hanya akan menambah beban. Terbukti pada hari itu, penyakit status itu mencoba menyerang. Setelah masang status seperti itu, meskipun tidak begitu lengkap, kalau tidak salah bunyinya seperti ini “Gambar pesawat + Waterfall” Langsung ditangkap manis oleh salah seorang reader status. Ini mau kemana? Ikut dong, sekarang saya nyusul, tunggu ya... Mau ditinggal nggak enak juga. Terpaksa jam karet yang sudah dipelihara tadi, jadi molor kembali satu jam. Untung saja hanya satu orang yang memaksakan diri untuk ikut, bagaimana kalau sampai sepuluh orang. Waduh. Bisa menunggu sampai sore ini.

Petualangan hari ini berlanjut dari cuaca cerah ke cuaca mendung dan akhirnya awan menitihkan apa yang membebaninya dibalik cerahnya langit biru hari ini. ditengah hutan setelah melewati jalanan berlekok delapan, hujan mengguyur pemuda yang tidak sempat membawa jas hujan. Karena rencananya menuju air terjun ya' sudah pasti basah. Jadi hujan tak mampu menghentikan laju motor. Malah semakin menambah semangat untuk melajukan motor agar dapat menemui teman yang sudah berangkat duluan sedari tadi. Rupanya hanya di tengah hutan ini saja yang hujan. Setelah melawati tempat ini, cuaca kembali cerah matahari mulai menampakan senyum manis yang melekuk indah dibalik celah daun pohon yang melengkung ke jalan.

Jalur menuju Lokasi air terjun Lengang, anda hanya perlu memperhatikan papan petunjuk berwarna hijau yang ada di sebelah kiri jalan. Jika lurus maka anda akan menuju Bone, Jika ke kanan menuju Laiyya.  Lorongnya sama jika menuju bebukitan teletubies, tapi sedikit menambah jarak tempuh sekitar kurang lebih 15 menit dan jika menemui masjid yang ada di sebelah kanan jalan, tanjakan pertama dimulai. Perbaiki pernapasan anda karena pendakian yang sesungguhnya akan dimulai. Juga perbaiki pernapasan motor anda, khususnya yang menggunakan motor matik, karena jika van belt kurang baik maka akan tercium bau hangus pada motor anda. 

Terjalnya jalan yang berbatu, membuat perjuangan motor anda sedikit lebih keras, tapi tenang saja tak semua tanjakannya terjal, ada beberapa bagian yang cukup bersahabat. Subhanallah, perjalanan yang sangat menarik, karena disuguhkan dengan pemandangan hutan pinus. Yang tertata rapi. Dari tanjakan pertama, kurang lebih dua puluh menit mengendarai motor jika lancar, maka perkampungan akan anda temui disini. Banyak warga yang memelihara sapi. Dan mayoritas warga disini berprofesi sebagai petani / pekebun. Di dusun Bonto Manai ini, juga terdapat sekolah dasar yang jika gurunya bukan berasal dari dusun ini, maka luar biasa perjuangannya menuju ke tempat ini.



Mungkin kita akan berjalan kira kira sekitar 700 meter, suasana sejuk mulai terasa saat mendengar suara gemuruh air dari kejauhan. Letaknya berada pada posisi lebih rendah dari tempat kami berdiri saat ini. melihat kebawah dengan suara pengunjung yang berselfie ria. Baru kali ini melihat air terjun pertama dari puncak air terjun itu sendiri. Tentunya sangat indah. Sekali lagi terucap subhanallah atas keindahan dari sang maha pemilik keindahan ini. it's so awesome..

Air terjun yang memiliki tiga tempat untuk mengambil gambar, diawali dari puncak air terjun, dengan suguhan pemandangan gunung, dan lembah, serta hijaunya pepohonan, ditambah sepoinya angin semilir dari puncak ini, di tepi puncak ada beberapa warga yang memanfaatkan tempat wisata yang masih orisinil ini dengan berjualan cemilan dan minuman bagi pengunjung yang tidak membawa bekal. Jadi tenang saja. 

Lokasi kedua dari tengah air terjun, di air terjun lengang ini terdapat dua tingkat air terjun, dan pengunjung bisa menikmati kedua tumbukan air ke batu ini. Lokasi ketiga adalah dasar air terjun, yang langsung membentuk sungai. Keindahan alami yang sesungguhnya bisa dinikmati dari dasar air terjun ini. Tekstur batu yang menyerupai hasil pahatan manusia ini, merupakan hasil karya sang pencipta. Sebesar dan sehebat apapun karya manusia ada Allah sang maha besar yang lebih hebat. 

Air dari lokasi ini dimanfaatkan warga untuk menunjang kehidupan mereka. Karena terdapat pipa pipa besar yang dihubungkan di tepi puncak air terjun ini.

Suara gemuruh air yang pecah, membuat riuk kalbu yang sempat kelam. Akhirnya lelahnya perjalanan terbayar dengan suguhan keindahan. Jika tadi mereka sempat mengeluhkan perjalanan yang begitu melelahkan, sekarang mereka bisa tertawa lega meskipun mereka belum memikirkan bagaimana mereka kembali.






Semoga tempat ini selalu terjaga kealamiannya dan membuat semua orang yang berkunjung ke tempat ini senantiasa melestarikan alam ciptaan tuhan.

Kekinian Katanya

05:47 0


Kekinian selalu berhubungan dengan gaya dan perangkatnya (baca : aksesoris). Mengikuti jaman adalah hobinya. Gaya terbaru adalah hal yang selalu diupdate. Browsing, baca majalah mengikuti gaya kebarat baratan dan menjadi fashionable serta jadi trend setter adalah tujuannya. Sehingga orang lain bisa mengatakan “wooww” atas keberhasilan gayanya. Tak jarang pula dia mendengar kata keren dan cool dari seorang yang mengaguminya.

Dunia memang tempat untuk terlena, dan manusia adalah objek untuk dilenakan yang memiliki peringkat nomor satu. Dalam al-qur'an ada yang menjelaskan bahwa, harta, wanita dan tahta adalah sumber  pelenaan manusia di dunia. Di dalam harta ada banyak sekali pernak pernik termasuk yang dijelaskan di awal, sangat memiliki peran besar dalam upaya meningkatkan kemalasan manusia untuk beribadah, sibuk mencari harta dan menghabiskannya lagi. siklus itu yang terus terulang, hingga jarang membuat manusia mengingat allah.

Juga wanita, adalah mimpi indah yang nyata yang juga mampu menciptakan kreatifitas negatif untuk mendapatkannya dengan berbagai cara. Apalagi tahta (jabatan), juga salah satu hal kekinian yang paling dekat dengan para pemangku jabatan yang memanfaatkan suara rakyat. Menjual janji janji yang mustahil untuk ditepati dan memaksa untuk korupsi.

Sesaat.

Ketika mereka tersadar, jika terus melakukan hal yang demikian, melakukan ritual khusus, menghabiskan banyak waktu dengan berbuat sesuai kehendak hati mereka, tak ingin diatur dan tak ingin terikat. Menghabiskan banyak waktu diliuar. Jarang memperdulikan urusan keluarga, apalagi urusan ibadah.

Suatu saat mereka pasti sadar.

Allah maha pengampun.

Mungkin saja hanya waktu yang belum berpihak pada mereka. Saat mereka belum dibubuhi tanggung jawab yang besar. Bukan untuk orang lain. Tapi untuk mereka sendiri. Tanggung jawab terhadap diri dan kehidupan. Dan tanggung jawab sebagai perantau di muka bumi ini.

Mungkin hanya waktu yang belum mereka sadari. Di usia baligh. Tanggung jawab itu bukan lagi urusan orang tuamu. Di usia baligh. Otakmu akan tumbuh sempurna, terlebih otak lelaki yang lebih besar. Untuk apa?.  Untuk membantumu membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Bukan berusaha membenarkan yang salah dengan memanfaatkan sifat maha pengampunnya Allah. Naudzubillah.

Harta tidak akan dibawa mati. Sudah menjadi hal yang lumrah dibicarakan oleh orang orang sadar. Tapi kebanyakan orang sadar itu tak paham artinya. Hanya sekedar ucapan. Sudah tahu harta tidak akan ikut sampai ke akhirat. Masih saja berjuang mempertahankan hal yang salah di nuraninya untuk mengejar harta dunia yang hanya dinikmati di dunia saja.

Masih dengan waktu yang belum berpihak katanya. Entah kapan ia akan sadar. Entah kapan ia akan mencoba memperdulikan bahwa dia hanya seorang perantau yang harus memenuhi beberapa syarat agar dia bisa kembali kekampung halamannya dengan membawa oleh oleh yang besar. Oleh oleh yang bisa mengantarkan dirinya dan keluarganya menuju kenikmatan yang sesungguhnya. Apalagi yang mampu membagi oleh oleh tersebut ke kerabat dan tetangga terdekat. Amin

Kekinian.

Sudah menjadi hal yang  biasa punya gadget keren. Tapi menjadi hal yang luar biasa ketika kamu mampu membiaya hidup kamu sendiri di usia muda. Itulah gaya kekinian yang asli. Membiayai kuliah (pakai beasiswa / kerja sendiri) itulah gaya kekinian yang seharusnya dipelihara. Jadi anak yang berbakti kepada keluarga serta peduli kepada sesama, itulah gaya kekinian yang penuh kenikmatan.
Saya pernah baca status postingan dari teman yang diedit pakai foto anak muda yang bekerja keras dan dijadikan meme yang tulisannya “Disaat orang orang seusiaku bersenang senang. Aku lebih memilih bekerja keras”.  That’s right. Tipe anak muda yang penuh tanggung jawab. Kerja apapun yang penting halal. Tetap menjalankan ibadah sebagai hamba dan tetap semangat dengan kurasan keringatmu. Semangat anak muda.

Pesona Pulau Samalona di Pelupuk Makassar

05:53 0

Minggu, 31 Januari 2016. Kembali kami mengikuti hembusan angin yang mengajak ke salah satu pulau yang dekat dengan pusat keramaian Makassar. Pulau Samalona. Seperti itu orang menyebutnya.  Kami bertujuh berangkat sekitar pukul 09.40, molor dari rencana awal yang katanya tepat pukul 09.00.

Dermaga
Setelah berkendara sekitar mungkin satu jam. Tiba di dermaga kayu bangkoa yang digunakan sebagai akses keluar masuk warga pulau yang ingin ke kota begitupun sebaliknya warga kota yang hendak berwisata ke pulau yang ada di sekitaran perairan Makassar.

 Terlihat dari keramaian pelabuhan ini beberapa warga berlalu lalang sambil membawa tas besar, mungkin saja warga pulau yang ingin mengadu nasib dikota. Juga terdapat beberapa pemuda pemudi dengan gaya ala – ala traveler yang sedang sibuk mengurus keberangkatan mereka. Ada pula warga diatas perahu yang hendak mengangkat kotak putih yang terbuat dari gabus, yang berisikan ikan. Entah ikan cakalang, bolu atau udang. Mungkin saja akan dijual kekota yang masyarakatnya suka mengkonsumsi hewan laut ini.

Meskipun tidak beranjak dari kapalnya beberapa penada pun berlomba untuk mengambil gabus putih itu, mungkin saja ada yang hanya perantara ataupun ada pagandeng (penjual keliling) yang langsung membeli untuk dijajakan ke masyarakat.

Suasana di pelabuhan ini sangat bising. Dan di pesisir pelabuhan ada beberapa warung yang menjual makanan, (nasi dus dan cemilan). Kami sempatkan untuk belanja beberapa cemilan yang dijadikan bekal pada saat sampai di pulau nantinya..

Setelah Ibu ibu ini puas membeli cemilan dan kami hanya menikmatinya, saatnya memasang satu kacamata ala bajak laut. Pada hari itu kesepakatan singkat mengenai biaya kapal ke pulau samalona antara yudi (pemilik kapal) dan Rina (ibu-ibu tadi) senilai Rp. 400.000 pulang pergi. Dan kami menikmati perjalanan yang singkat diatas kapal. Dan sempat singga di pulau lae lae untuk mengisi bahan bakar.

Beberapa menit kemudian, akhirnya kapal sandar di pulau tujuan. Samalona island. Kami bergantian menuruni kapal yang menjadi kendaraan menyerupai odong  odong. Sebutan odong – odong ini karena gelombang ombak yang mendayu dayu.

Yang Bisa dinikmati di pulau samalona .

Pasir putih, tumbuhan hijau dan pemandangan yang indah. Subhanallah maha besar Allah dengan segala ciptaanya.
Seolah - olah

Beberapa orang sedang sibuk diving di pesisir pantai lengkap dengan kacamata, dan baju renanngya. Juga terdapat gerombolan anak muda yang sepertinya tentara muda yang berlibur sedang bersepak bola. Percikan pasir putih ikut terangkat saat bola disepak. Teringat saat main sepak bola di sawah percikan lumpur yang ikut. :D.

Jika tidak ingin menggunakan villa, beberapa pengunjung juga memanfaatkan gazebo yang terbuat dari bambu untuk beristirahat. Di bawah teduhnya pohon, sangat asik untuk menikmati ikan bakar, disantap lalu renang.

Setelah menemukan tempat peristirahatan *sementara. Dan hal yang wajib dilakukan ketika mengunjungi suatu tempat adalah berfoto. Dengan backround birunya laut dibawah naungan birunya langit dan pandangan yang tiada batas diufuk barat jadi tempat yang asik untuk diabadikan dan dijadikan kenangan kelak. Latar pasir putih ini juga menjadi saksi bagi alaynya gaya ibu ibu tadi ^_^.

Menyusuri kehidupan beberapa penduduk di sini, tak cukup 20 menit kami sudah menjangkau seluruh penjuru pulau ini. Hal yang terpenting untuk suatu daerah / tujuan destinasi adalah tempat ibadah (masjid/musholah). Tak terasa waktu dhuhur sudah masuk. Selain berteduh kami ingin meneduhkan hati dengan kembali mengingat rabb kami. Sang pencipta.
Masjid di pulau Samalona
Di tengah tengah pulau terdapat tempat ibadah yang mungkin lebih cocok disebut mushollah. Dengan ukurannya yang minimalis kira kira sekitar tiga kali empat meter cukup untuk beberapa pengunjung yang ingat statusnya sebagai hamba. Bukan hanya penikmat alam ciptaanya, tapi juga yang senantiasa mensyukuri alam ciptaanya.

Pemilik pulau ini, terdiri dari beberapa orang yang berasal dari beberapa keluarga yang senantiasa menjaga dan melestarikan pulau samalona ini. Nama nama pemilik pulau ini terpampang pada papan putih diatas dermaga. Juga terdapat beberapa kuburan yang berada sangat dekat dengan pemukiman warga.

Dibawah dermaga kita bisa menyaksikan beberapa ikan kecil yang terlihat ceria saat pengunjung mengajaknya berkomunikasi. Di tepi timur terdapat sebuah kotak yang terbuat dari jaring yang ternyata didalamnya terdapat anak ikan hiu. Baru kali ini menyaksikan ikan hiu dengan jarak beberapa centimeter saja. Mungkin saja ini peliharaan warga setempat.

Saat berkunjung ke tempat ini, sediakan beberapa uang cadangan untuk menyewa beberapa fasilitas yang tentunya tidak gratis. Bagi yang hendak ke tempat ini berikut beberapa rincian taripnya. Pada bagian tempat istirahat sediakan Rp. 20.000, Sewa alat kacamata + Selang udara Rp. 20.000, Kacamata + selang udara + sepatu Rp. 40.000. Sewa kamar mandi Rp. 10.000. belum termasuk biaya cemilan dsb. Meskipun beberapa butuh biaya, anda tidak akan rugi karena masih diberi nikmat penglihatan untuk menyaksikan kemegahan alam ciptaan tuhan dari sudut pandang pulau samalona.

Terumbu karang juga dirawat oleh warga setempat yang bekerja sama dengan pemerintah. Dan bagi pengunjung  yang  suka berwisata air juga disediakan banana boat dan motor air. Dan diharapkan memakai sepatu ari saat berenang karena dikhawatirkan terkena bulu babi.

Setelah puas menelusuri surga alam ciptaan Allah swt yang satu ini, saatnya kembali ke habitat asli. Dan pak Yudi sang pemilik kapal ternyata sudah menunggu di dermaga.  

Perjalanan hari ini akan dicatat di barisan folder memori internal yang bisa disalin ke memori external untuk dinikmati bersama. Walau memori external terhapus akan ada media cadangan yang tak akan mungkin dihapus dalam ingatan kecuali dengan kematian.

Thanks’
Syukron.

Ikhlas Itu

21:46 0
Percaya bahwa setiap gerak dan tindakan akan menuai hasil.  Apapun itu.  
Ikhlas Inside

Jika anda bisa bangun pagi dan mengatur seluruh jadwal kegiatan di pagi itu,  maka hari anda akan terjadwal dengan baik. Memikirkan kemungkinan masalah atau apapun yang berada dalam kendali kita,  agar bisa tercipta solusi sebelum kejadian. Jika hari sudah terjadwal dan maka akan menghasilkan waktu yang lebih efisien.  Beda halnya dengan orang yang bangunnya jam 8 keatas, pasti akan kelabakan hasilnya.  Selain kehilangan berkah subuh dan pagi.  
Jika kita memperdaya diri untuk melakukan segala aktifitas yang tidak bisa terhandel dengan waktu yang sempit,  akan membuat beberapa keadaan menjadi terpending bahkan bisa batal. 

Back to ikhlas,  ingin berbagi cerita saja,  sebenarnya ikhlas itu yang bagaimana ? Apakah hanya memberi begitu saja lalu tidak mengingatnya kembali atau memberi sambil mengingat untuk kenangan di hari tua,  atau memberi dan memamerkannya kepada orang lain bahwa ia seorang yang suka memberi.

Ada seorang sahabat yang melakukan segala aktivitasnya tanpa beban,  dia tidak memikirkan apa yang ada dan apa yang akan terjadi diluar ketika bersama dengan sahabatnya,  meskipun mungkin aslinya dia punya jadwal lain yang akan dilakukan.  Tapi dia berusaha untuk tidak menampakan wajah atau gerak gerik gelisah.  Mungkin dia tidak enak,  atau bagaimana.  Yang pasti dia ikhlas dengan perahabatannya.  Dengan siapa dia sekarang dan bisa mengatasi masalahnya.  

Sahabat itu luwes, kala sedekah dia tak sekalipun ingin dilihat.  Selalu bersembunyi kala melakukan amal baik, sholat malamnya selalu dijaga, dhuha pun terlaksana dengan baik tapi dia tak pernah pamer.  Ia hanya meyakini bahwa yang dia lakukan tidak sia sia dan pasti ada hasilnya.  Meskipun dia memiliki hajat,  tapi dia tidak mengorbankan sholatnya untuk memenuhi hajatnya itu.  Dia sholat hanya sebagai statusnya sebagai hamba yang menyembah penciptanya.  

Apakah itu yang namanya ikhlas? 

Coba kita telusuk lagi,  ada sahabat pula yang kelakuannya dalam beribadah sama,  tapi dia menceritakan ibadahnya itu kepada orang lain, dengan tujuan pamer dan ingin disebut sebagai orang alim. 

Apakah itu yang namanya ikhlas? 

Ada pula yang kelakuannya dalam beribadah sama,  tapi dia menceritakan ibadahnya itu kepada orang lain / sahabatnya,  dengan tujuan mengajak dan memotivasi. Serta dia senatiasa menajaga diri dari perilaku riya (pamer) 

Apakah itu yang disebut ikhlas ?

Dari ketiga kondisi diatas bisa kita petik hikmah bahwa ikhlas adalah melakukan segala hal yang menjadi kebutuhan,  bukan tuntutan.  Agar hati senang melakukannya dan fisik / raga pun ringan melakukannya.  Tentunya ikhlas bukan semata mata melakukan sesuatu dengan cuma cuma tanpa mengaharapkan apapun.  Begitupun dengan beribadah kepada sang maha pencipta,  bukan karena tidak mengharapkan apa apa.  Sudah pasti kita mengaharapkan kasih ilahi,  lindungan darinya dan selimut nikmatnya yang begitu luas.  

#Alwaysikhlas dont stop hope. 

Makassar 10 Januari 2016

Suasana Sejuk di Leang Lonrong Pangkep

04:12 0
Sore itu,  kala pelajaran Komputer telah usai
kembali mereka saling menatap.  Ada yang duduk sambil bercanda, ada yang menyandarkan diri ketembok,  ada yang tengah asik menatap lahan persawahan dari lantai dua kampus, ada yang masih sibuk mengajar teman yang lain yang belum usai praktik  ada pula yang bingung entah mau melakukan apa.

Dari pada bosan,  mendingan membuat kisah hari ini.  Merajut cerita biasa hingga berkesan luar biasa apabila dikenang kelak. 

Tibalah usulan dari beberapa teman untuk jalan bareng. Sebenarnya usulan ini sudah selalu disediakan disetiap jam kosong. Jalan / makan (baca: dibarengi) adalah salah satu ciri khas yang tidak bisa ditiadakan dalam sebuah persahabatan. Meskipun hanya sebuah pertemanan.  

"Masa muda adalah masa yang berapi api" kayak lirik lagu aja. 
Syahh.  Memang benar,  masa muda adalah masa kobarn semangat itu muncul dan dibalik masa muda itu selalu ada rasa untuk mencicipi hal baru.  Asalkan hal baru ini posotif loh.  Mencicipi hal baru tidak menutup kemungkinan untuk mengunjungi tempat yang baru pula.  Asalkan ada referensi dari beberapa media / teman.  Jadilah kita berangkat ke tempat yang telah disepakati hari itu. Wisata Leang Lonrong terletak di kabupaten Pangkep, Tonasa 1. Rutenya sama apabila menuju pendakian gunung bulusaraung dan juga wisata Sumpangbita.  Tapi lokasi ini adalah yang paling dekat,  berjarak sekitar 7 km dari jalan poros pangkep makassar.  

Beberapa teman sudah pernah berkunjung ketempat ini,  tapi ini baru kali pertama bagiku.  Ketika memasuki lorong kekiri,  tampak di sebelah kiri dan kanan jejeran gunung batu karst.  Diselingi ladang persawahan warga.  Juga terdapat beberapa bongkahan batu ditengah tengah sawah warga.  Entah bagaimana caranya mereka mengolah tanahnya,  tapi menurutku itu cukup rumit karena letak batu batu itu yang berdekatan dan begitu banyak. 

Yah,  sebelum memasuki kawasan wisatanya,  akan ada suguhan sungai dengan air yang begitu hijau, sangat sejuk kelihatan.  Apalagi menatapnya pas puasa,  akan berkurang dahaga apabila berada di tempat ini. 

Tibalah kami digerbang leang lonrong.  Terlihat rumah panggung dengan jejeran motor didepannya.  Juga ada sebuah warung yang ternyata itu adalah lokasi pembelian karcisnya.  Biaya masuk yang tergolong sangat murah yaitu kisaran Rp.  2000 untuk satu orang.  Lokasinya memang tidak terlalu mewah,  karena warga sekitar kabupaten pangkep memanfaatkan tempat ini untuk mandi,  berenang sekaligus berwisata saja.  Beberapa dari pengunjung yang pada hari itu minggu 03/01/2016 membawa rantangan untuk disantap bersama keluarga mereka.  

Jalan setapak terbuat dari beton, hingga memudahkan pejalan kaki untuk mengakses leang (mulut gua). Setelah mencapai lokasi inti.  Cepret.  Gambar pun dengan sigap masuk di memori telephone. Dari pengunjung yang kira kira kisaran seratusan lebih itu ada yang menikmati jagung bakar,  bekal mereka,  ada yang berenang sambil menggunakan ban karet yang disewakan,  ada yang hanya sekedar selfie ada juga yang hanya berendam tanpa melakukan apa apa (meditasi kali). 

Pemandangan alami pun terasa.  Dari beberapa tempat peristirahatan yang tersedia,  kami memilih untuk berada di mulut leang.  Sembari menelusuri leang yang berjarak beberapa meter kedalam.  Gelap,  dengan suara gemuruh air.  Itu yang kami rasakan.  Tekstur gua sangat menarik,  hingga kami dihadapkan pada sebuah batu yang menampakkan kilauan berlian apabila terkena cahaya. Tak lupa kembali menjadikan batu itu background untuk foto. 

Kami tak sempat menikmati dinginnya air dengan mandi karena hari sudah sore.  Akhirnya kami memutuskan untuk kembali.  Dari 4 rencana kunjungan hanya dua yang terealisasi.  Lapangan golf dan sumpang bita ditunda dulu karena waktu yang terbatas.  Break untuk sore ini rumah ridwan yang ada tidak nauh dari lokasi ini "Dusun Majannang Pangkep" menikmati beberapa suguhan kue manarik untuk mengisi perut yang sedari tadi lapar ini 😁 😆.

Pangkep,  03 Januari 2016

Resolusi 2016 - Terus Berharap

17:39 2
Ada begitu banyak kenangan di tahun tahun yang telah berlalu, berbagai kisah, pengalaman, pencapaian, harapan (yang tercapai dan belum tercapai), impian yang tertunda, dan berbagai cerita ajaib yang meracuni tubuh, hingga racun itu dinetralisir oleh air kelapa yang menyegarkan dahaga. 

Tahun yang telah berlalu, menjadikan banyak kisah yang menjadi pembelajaran. Semakin tua umur kita, semakin banyak pula pengetahuan yang diketahui. Begitupun dengan ibadah yang dilakukan. Semakin hari ibadah harus semakin kuat. 

"Ada beberapa resolusi yang harus tercapai tahun ini". Beberapa ungkapan dari teman. Sebenarnya resolusi itu apa sih?. 
Resolusi adalah tujuan atau sesuatu yang hendak dicapai ditahun tahun kedepan. Dengan adanya tujuan, maka kita akan tahu apa yang harus dilakukan. Dengan kita mengetahui tujuan hidup kita didunia untuk menghamba kepada Allah, mengikuti sunnah rasul dan berpedoman kepada al-qur'an, kita akan mampu menangkap yang hal hal positif dan tidak salah langkah dalam memilih pillihan. Sebab, disetiap tahun tantangan hidup kita akan selalu berubah, semakin meningkat dan semakin melatih kesabaran. 

Resolusi adalah hal yang mampu menggerakkan kita kearah yang lebih baik dari hari dan tahun sebelumnya. Resolusi bisa dimulai dari hal terkecil, semisal bisa bangun pagi.
Resolusi 2016 : Bisa bangun Pagi
Bangun pagi adalah hal yang kurang menyenangkan bagi sebagian orang yang tidak mengetahui berkah subuh, dan tidak menghargai waktu. Berleha leha dikamar dengan guling dan selimut, Sampai telat ngantor, telat ngampus atau yang masih sekolah. Kepepet dan panik akhirnya.

Ada begitu banyak resolusi yang bisa dilakukan oleh seseorang, sesuai keinginan dan terget yang ingin diraih. Target itu harusnya relevan dengan kehidupan kita, tidak terlalu mewah dan tidak terlalu menggantungkan harapan kepada hal yang mustahil dan tidak menghasilkan banyak kebaikan bagi diri sendiri, atapun bagi ibadah kita. Semisal resolusi dibawah ini :

Resolusi yang simple

Semua cita cita tercapai. Asalkan disertai dengan kerja keras, ketekunan, dan ikhtiar. Cita - cita besar membutuhkan banyak pengorbanan, baik waktu, materi dan tenaga (fisik dan mental). Resolusi kedua pada gambar tersebut, adalah kebutuhan kaum hedoisme. Yang aktif di jejaring sosial membutuhkan resolusi tersebut, apalagi berbicara masalah ketenaran dan kepopuleran. Semoga dikabulkan harapan - harapan mereka untuk menjadi seperti artis *hehehe. 

Resolusi harusnya sejalan dengan status kita, dimana kita berada dan bidang apa yang kita geluti, Pastinya Resolusi untuk punya perlengkapan ski salju tidak mungkin harus diresolusikan oleh kita orang indonesia, karena Indonesia tidak terdeteksi akan turun salju di 2016 ini. Resolusi menghasilkan transformer baru tidak harus kita pikirkan jika kita bergelut di bidang akuntansi. Kalau resolusi nikah tidak diharamkan di belahan dunia manapun *hehehe.

Resolusi 2016
Segala tujuan dan harapan itu mudah mudahan tercapai oleh orang orang yang mempublikasikannya, sebagaimana pesan dalam buku ust. Yusuf Mansur ; Umur manusia tidak cukup untuk mempelajari semua ilmu, maka pelajari yang paling penting dari hal yang penting. Tekuni bidang ilmu yang sedang anda lakukan, kelolah kemampuan anda untuk menghasilkan anda yang seutuhnya. 

Ada beberapa resolusi menarik yang saya temukan di instagram (hastag : #resolusi2016). Jika kita ingin mengambil dna mengikuti beberapa resolusi terbaik itu tidak apa - apa. Asalkan seperti yang telah saya katakan tadi, Resolusi itu sesuai dengan kemampuan anda sendiri. Kalau saya pribadi, punya segudang resolusi 2016 yang hendak dicapai. Semoga kesampaian, Beberapa saya ingin bagi kepada sahabat :

- Tahajjud minimal 10 kali sebulan
- Dhuha minimal 20 kali sebulan
- Full sholat setahun
- Minimal 1 kali khatam al-qur'an setahun
- Mampu mengatasi Manajemen keuangan
- Menghasilkan satu novel.
- Beliin mesin cuci buat ibu. 
- IPK minimal 3.00
- Traveling (B, T, M, G)
- dll (Konsumsi sendiri)

Beberapa resolusi itu akan tercapai dari dukungan kerabat sekitar. Resolusi yang paling utama dalam hal ibadah, dan penghambaan kepada Allah Swt, karena tanpa nafas, dan kekuatan yang diberikan resolusi dan segala harapan tidak akan ada artinya. Sadar diri kepada hal yang harusnya dihilangkan dan segala kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan, saatnya berevolusi dari ultramen ke ultramen raksasa. *eh. berevolusi dari hal yang biasa ke hal yang luar biasa, dari iman yang biasa saja menjadi iman yang lebih bertakwa. Tetap semangat dan keep calm. Ganbatte bede.!

Home, 03 Januari 2016

Like this ya