Kekinian Katanya

05:47 0


Kekinian selalu berhubungan dengan gaya dan perangkatnya (baca : aksesoris). Mengikuti jaman adalah hobinya. Gaya terbaru adalah hal yang selalu diupdate. Browsing, baca majalah mengikuti gaya kebarat baratan dan menjadi fashionable serta jadi trend setter adalah tujuannya. Sehingga orang lain bisa mengatakan “wooww” atas keberhasilan gayanya. Tak jarang pula dia mendengar kata keren dan cool dari seorang yang mengaguminya.

Dunia memang tempat untuk terlena, dan manusia adalah objek untuk dilenakan yang memiliki peringkat nomor satu. Dalam al-qur'an ada yang menjelaskan bahwa, harta, wanita dan tahta adalah sumber  pelenaan manusia di dunia. Di dalam harta ada banyak sekali pernak pernik termasuk yang dijelaskan di awal, sangat memiliki peran besar dalam upaya meningkatkan kemalasan manusia untuk beribadah, sibuk mencari harta dan menghabiskannya lagi. siklus itu yang terus terulang, hingga jarang membuat manusia mengingat allah.

Juga wanita, adalah mimpi indah yang nyata yang juga mampu menciptakan kreatifitas negatif untuk mendapatkannya dengan berbagai cara. Apalagi tahta (jabatan), juga salah satu hal kekinian yang paling dekat dengan para pemangku jabatan yang memanfaatkan suara rakyat. Menjual janji janji yang mustahil untuk ditepati dan memaksa untuk korupsi.

Sesaat.

Ketika mereka tersadar, jika terus melakukan hal yang demikian, melakukan ritual khusus, menghabiskan banyak waktu dengan berbuat sesuai kehendak hati mereka, tak ingin diatur dan tak ingin terikat. Menghabiskan banyak waktu diliuar. Jarang memperdulikan urusan keluarga, apalagi urusan ibadah.

Suatu saat mereka pasti sadar.

Allah maha pengampun.

Mungkin saja hanya waktu yang belum berpihak pada mereka. Saat mereka belum dibubuhi tanggung jawab yang besar. Bukan untuk orang lain. Tapi untuk mereka sendiri. Tanggung jawab terhadap diri dan kehidupan. Dan tanggung jawab sebagai perantau di muka bumi ini.

Mungkin hanya waktu yang belum mereka sadari. Di usia baligh. Tanggung jawab itu bukan lagi urusan orang tuamu. Di usia baligh. Otakmu akan tumbuh sempurna, terlebih otak lelaki yang lebih besar. Untuk apa?.  Untuk membantumu membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Bukan berusaha membenarkan yang salah dengan memanfaatkan sifat maha pengampunnya Allah. Naudzubillah.

Harta tidak akan dibawa mati. Sudah menjadi hal yang lumrah dibicarakan oleh orang orang sadar. Tapi kebanyakan orang sadar itu tak paham artinya. Hanya sekedar ucapan. Sudah tahu harta tidak akan ikut sampai ke akhirat. Masih saja berjuang mempertahankan hal yang salah di nuraninya untuk mengejar harta dunia yang hanya dinikmati di dunia saja.

Masih dengan waktu yang belum berpihak katanya. Entah kapan ia akan sadar. Entah kapan ia akan mencoba memperdulikan bahwa dia hanya seorang perantau yang harus memenuhi beberapa syarat agar dia bisa kembali kekampung halamannya dengan membawa oleh oleh yang besar. Oleh oleh yang bisa mengantarkan dirinya dan keluarganya menuju kenikmatan yang sesungguhnya. Apalagi yang mampu membagi oleh oleh tersebut ke kerabat dan tetangga terdekat. Amin

Kekinian.

Sudah menjadi hal yang  biasa punya gadget keren. Tapi menjadi hal yang luar biasa ketika kamu mampu membiaya hidup kamu sendiri di usia muda. Itulah gaya kekinian yang asli. Membiayai kuliah (pakai beasiswa / kerja sendiri) itulah gaya kekinian yang seharusnya dipelihara. Jadi anak yang berbakti kepada keluarga serta peduli kepada sesama, itulah gaya kekinian yang penuh kenikmatan.
Saya pernah baca status postingan dari teman yang diedit pakai foto anak muda yang bekerja keras dan dijadikan meme yang tulisannya “Disaat orang orang seusiaku bersenang senang. Aku lebih memilih bekerja keras”.  That’s right. Tipe anak muda yang penuh tanggung jawab. Kerja apapun yang penting halal. Tetap menjalankan ibadah sebagai hamba dan tetap semangat dengan kurasan keringatmu. Semangat anak muda.

Pesona Pulau Samalona di Pelupuk Makassar

05:53 0

Minggu, 31 Januari 2016. Kembali kami mengikuti hembusan angin yang mengajak ke salah satu pulau yang dekat dengan pusat keramaian Makassar. Pulau Samalona. Seperti itu orang menyebutnya.  Kami bertujuh berangkat sekitar pukul 09.40, molor dari rencana awal yang katanya tepat pukul 09.00.

Dermaga
Setelah berkendara sekitar mungkin satu jam. Tiba di dermaga kayu bangkoa yang digunakan sebagai akses keluar masuk warga pulau yang ingin ke kota begitupun sebaliknya warga kota yang hendak berwisata ke pulau yang ada di sekitaran perairan Makassar.

 Terlihat dari keramaian pelabuhan ini beberapa warga berlalu lalang sambil membawa tas besar, mungkin saja warga pulau yang ingin mengadu nasib dikota. Juga terdapat beberapa pemuda pemudi dengan gaya ala – ala traveler yang sedang sibuk mengurus keberangkatan mereka. Ada pula warga diatas perahu yang hendak mengangkat kotak putih yang terbuat dari gabus, yang berisikan ikan. Entah ikan cakalang, bolu atau udang. Mungkin saja akan dijual kekota yang masyarakatnya suka mengkonsumsi hewan laut ini.

Meskipun tidak beranjak dari kapalnya beberapa penada pun berlomba untuk mengambil gabus putih itu, mungkin saja ada yang hanya perantara ataupun ada pagandeng (penjual keliling) yang langsung membeli untuk dijajakan ke masyarakat.

Suasana di pelabuhan ini sangat bising. Dan di pesisir pelabuhan ada beberapa warung yang menjual makanan, (nasi dus dan cemilan). Kami sempatkan untuk belanja beberapa cemilan yang dijadikan bekal pada saat sampai di pulau nantinya..

Setelah Ibu ibu ini puas membeli cemilan dan kami hanya menikmatinya, saatnya memasang satu kacamata ala bajak laut. Pada hari itu kesepakatan singkat mengenai biaya kapal ke pulau samalona antara yudi (pemilik kapal) dan Rina (ibu-ibu tadi) senilai Rp. 400.000 pulang pergi. Dan kami menikmati perjalanan yang singkat diatas kapal. Dan sempat singga di pulau lae lae untuk mengisi bahan bakar.

Beberapa menit kemudian, akhirnya kapal sandar di pulau tujuan. Samalona island. Kami bergantian menuruni kapal yang menjadi kendaraan menyerupai odong  odong. Sebutan odong – odong ini karena gelombang ombak yang mendayu dayu.

Yang Bisa dinikmati di pulau samalona .

Pasir putih, tumbuhan hijau dan pemandangan yang indah. Subhanallah maha besar Allah dengan segala ciptaanya.
Seolah - olah

Beberapa orang sedang sibuk diving di pesisir pantai lengkap dengan kacamata, dan baju renanngya. Juga terdapat gerombolan anak muda yang sepertinya tentara muda yang berlibur sedang bersepak bola. Percikan pasir putih ikut terangkat saat bola disepak. Teringat saat main sepak bola di sawah percikan lumpur yang ikut. :D.

Jika tidak ingin menggunakan villa, beberapa pengunjung juga memanfaatkan gazebo yang terbuat dari bambu untuk beristirahat. Di bawah teduhnya pohon, sangat asik untuk menikmati ikan bakar, disantap lalu renang.

Setelah menemukan tempat peristirahatan *sementara. Dan hal yang wajib dilakukan ketika mengunjungi suatu tempat adalah berfoto. Dengan backround birunya laut dibawah naungan birunya langit dan pandangan yang tiada batas diufuk barat jadi tempat yang asik untuk diabadikan dan dijadikan kenangan kelak. Latar pasir putih ini juga menjadi saksi bagi alaynya gaya ibu ibu tadi ^_^.

Menyusuri kehidupan beberapa penduduk di sini, tak cukup 20 menit kami sudah menjangkau seluruh penjuru pulau ini. Hal yang terpenting untuk suatu daerah / tujuan destinasi adalah tempat ibadah (masjid/musholah). Tak terasa waktu dhuhur sudah masuk. Selain berteduh kami ingin meneduhkan hati dengan kembali mengingat rabb kami. Sang pencipta.
Masjid di pulau Samalona
Di tengah tengah pulau terdapat tempat ibadah yang mungkin lebih cocok disebut mushollah. Dengan ukurannya yang minimalis kira kira sekitar tiga kali empat meter cukup untuk beberapa pengunjung yang ingat statusnya sebagai hamba. Bukan hanya penikmat alam ciptaanya, tapi juga yang senantiasa mensyukuri alam ciptaanya.

Pemilik pulau ini, terdiri dari beberapa orang yang berasal dari beberapa keluarga yang senantiasa menjaga dan melestarikan pulau samalona ini. Nama nama pemilik pulau ini terpampang pada papan putih diatas dermaga. Juga terdapat beberapa kuburan yang berada sangat dekat dengan pemukiman warga.

Dibawah dermaga kita bisa menyaksikan beberapa ikan kecil yang terlihat ceria saat pengunjung mengajaknya berkomunikasi. Di tepi timur terdapat sebuah kotak yang terbuat dari jaring yang ternyata didalamnya terdapat anak ikan hiu. Baru kali ini menyaksikan ikan hiu dengan jarak beberapa centimeter saja. Mungkin saja ini peliharaan warga setempat.

Saat berkunjung ke tempat ini, sediakan beberapa uang cadangan untuk menyewa beberapa fasilitas yang tentunya tidak gratis. Bagi yang hendak ke tempat ini berikut beberapa rincian taripnya. Pada bagian tempat istirahat sediakan Rp. 20.000, Sewa alat kacamata + Selang udara Rp. 20.000, Kacamata + selang udara + sepatu Rp. 40.000. Sewa kamar mandi Rp. 10.000. belum termasuk biaya cemilan dsb. Meskipun beberapa butuh biaya, anda tidak akan rugi karena masih diberi nikmat penglihatan untuk menyaksikan kemegahan alam ciptaan tuhan dari sudut pandang pulau samalona.

Terumbu karang juga dirawat oleh warga setempat yang bekerja sama dengan pemerintah. Dan bagi pengunjung  yang  suka berwisata air juga disediakan banana boat dan motor air. Dan diharapkan memakai sepatu ari saat berenang karena dikhawatirkan terkena bulu babi.

Setelah puas menelusuri surga alam ciptaan Allah swt yang satu ini, saatnya kembali ke habitat asli. Dan pak Yudi sang pemilik kapal ternyata sudah menunggu di dermaga.  

Perjalanan hari ini akan dicatat di barisan folder memori internal yang bisa disalin ke memori external untuk dinikmati bersama. Walau memori external terhapus akan ada media cadangan yang tak akan mungkin dihapus dalam ingatan kecuali dengan kematian.

Thanks’
Syukron.

Ikhlas Itu

21:46 0
Percaya bahwa setiap gerak dan tindakan akan menuai hasil.  Apapun itu.  
Ikhlas Inside

Jika anda bisa bangun pagi dan mengatur seluruh jadwal kegiatan di pagi itu,  maka hari anda akan terjadwal dengan baik. Memikirkan kemungkinan masalah atau apapun yang berada dalam kendali kita,  agar bisa tercipta solusi sebelum kejadian. Jika hari sudah terjadwal dan maka akan menghasilkan waktu yang lebih efisien.  Beda halnya dengan orang yang bangunnya jam 8 keatas, pasti akan kelabakan hasilnya.  Selain kehilangan berkah subuh dan pagi.  
Jika kita memperdaya diri untuk melakukan segala aktifitas yang tidak bisa terhandel dengan waktu yang sempit,  akan membuat beberapa keadaan menjadi terpending bahkan bisa batal. 

Back to ikhlas,  ingin berbagi cerita saja,  sebenarnya ikhlas itu yang bagaimana ? Apakah hanya memberi begitu saja lalu tidak mengingatnya kembali atau memberi sambil mengingat untuk kenangan di hari tua,  atau memberi dan memamerkannya kepada orang lain bahwa ia seorang yang suka memberi.

Ada seorang sahabat yang melakukan segala aktivitasnya tanpa beban,  dia tidak memikirkan apa yang ada dan apa yang akan terjadi diluar ketika bersama dengan sahabatnya,  meskipun mungkin aslinya dia punya jadwal lain yang akan dilakukan.  Tapi dia berusaha untuk tidak menampakan wajah atau gerak gerik gelisah.  Mungkin dia tidak enak,  atau bagaimana.  Yang pasti dia ikhlas dengan perahabatannya.  Dengan siapa dia sekarang dan bisa mengatasi masalahnya.  

Sahabat itu luwes, kala sedekah dia tak sekalipun ingin dilihat.  Selalu bersembunyi kala melakukan amal baik, sholat malamnya selalu dijaga, dhuha pun terlaksana dengan baik tapi dia tak pernah pamer.  Ia hanya meyakini bahwa yang dia lakukan tidak sia sia dan pasti ada hasilnya.  Meskipun dia memiliki hajat,  tapi dia tidak mengorbankan sholatnya untuk memenuhi hajatnya itu.  Dia sholat hanya sebagai statusnya sebagai hamba yang menyembah penciptanya.  

Apakah itu yang namanya ikhlas? 

Coba kita telusuk lagi,  ada sahabat pula yang kelakuannya dalam beribadah sama,  tapi dia menceritakan ibadahnya itu kepada orang lain, dengan tujuan pamer dan ingin disebut sebagai orang alim. 

Apakah itu yang namanya ikhlas? 

Ada pula yang kelakuannya dalam beribadah sama,  tapi dia menceritakan ibadahnya itu kepada orang lain / sahabatnya,  dengan tujuan mengajak dan memotivasi. Serta dia senatiasa menajaga diri dari perilaku riya (pamer) 

Apakah itu yang disebut ikhlas ?

Dari ketiga kondisi diatas bisa kita petik hikmah bahwa ikhlas adalah melakukan segala hal yang menjadi kebutuhan,  bukan tuntutan.  Agar hati senang melakukannya dan fisik / raga pun ringan melakukannya.  Tentunya ikhlas bukan semata mata melakukan sesuatu dengan cuma cuma tanpa mengaharapkan apapun.  Begitupun dengan beribadah kepada sang maha pencipta,  bukan karena tidak mengharapkan apa apa.  Sudah pasti kita mengaharapkan kasih ilahi,  lindungan darinya dan selimut nikmatnya yang begitu luas.  

#Alwaysikhlas dont stop hope. 

Makassar 10 Januari 2016

Suasana Sejuk di Leang Lonrong Pangkep

04:12 0
Sore itu,  kala pelajaran Komputer telah usai
kembali mereka saling menatap.  Ada yang duduk sambil bercanda, ada yang menyandarkan diri ketembok,  ada yang tengah asik menatap lahan persawahan dari lantai dua kampus, ada yang masih sibuk mengajar teman yang lain yang belum usai praktik  ada pula yang bingung entah mau melakukan apa.

Dari pada bosan,  mendingan membuat kisah hari ini.  Merajut cerita biasa hingga berkesan luar biasa apabila dikenang kelak. 

Tibalah usulan dari beberapa teman untuk jalan bareng. Sebenarnya usulan ini sudah selalu disediakan disetiap jam kosong. Jalan / makan (baca: dibarengi) adalah salah satu ciri khas yang tidak bisa ditiadakan dalam sebuah persahabatan. Meskipun hanya sebuah pertemanan.  

"Masa muda adalah masa yang berapi api" kayak lirik lagu aja. 
Syahh.  Memang benar,  masa muda adalah masa kobarn semangat itu muncul dan dibalik masa muda itu selalu ada rasa untuk mencicipi hal baru.  Asalkan hal baru ini posotif loh.  Mencicipi hal baru tidak menutup kemungkinan untuk mengunjungi tempat yang baru pula.  Asalkan ada referensi dari beberapa media / teman.  Jadilah kita berangkat ke tempat yang telah disepakati hari itu. Wisata Leang Lonrong terletak di kabupaten Pangkep, Tonasa 1. Rutenya sama apabila menuju pendakian gunung bulusaraung dan juga wisata Sumpangbita.  Tapi lokasi ini adalah yang paling dekat,  berjarak sekitar 7 km dari jalan poros pangkep makassar.  

Beberapa teman sudah pernah berkunjung ketempat ini,  tapi ini baru kali pertama bagiku.  Ketika memasuki lorong kekiri,  tampak di sebelah kiri dan kanan jejeran gunung batu karst.  Diselingi ladang persawahan warga.  Juga terdapat beberapa bongkahan batu ditengah tengah sawah warga.  Entah bagaimana caranya mereka mengolah tanahnya,  tapi menurutku itu cukup rumit karena letak batu batu itu yang berdekatan dan begitu banyak. 

Yah,  sebelum memasuki kawasan wisatanya,  akan ada suguhan sungai dengan air yang begitu hijau, sangat sejuk kelihatan.  Apalagi menatapnya pas puasa,  akan berkurang dahaga apabila berada di tempat ini. 

Tibalah kami digerbang leang lonrong.  Terlihat rumah panggung dengan jejeran motor didepannya.  Juga ada sebuah warung yang ternyata itu adalah lokasi pembelian karcisnya.  Biaya masuk yang tergolong sangat murah yaitu kisaran Rp.  2000 untuk satu orang.  Lokasinya memang tidak terlalu mewah,  karena warga sekitar kabupaten pangkep memanfaatkan tempat ini untuk mandi,  berenang sekaligus berwisata saja.  Beberapa dari pengunjung yang pada hari itu minggu 03/01/2016 membawa rantangan untuk disantap bersama keluarga mereka.  

Jalan setapak terbuat dari beton, hingga memudahkan pejalan kaki untuk mengakses leang (mulut gua). Setelah mencapai lokasi inti.  Cepret.  Gambar pun dengan sigap masuk di memori telephone. Dari pengunjung yang kira kira kisaran seratusan lebih itu ada yang menikmati jagung bakar,  bekal mereka,  ada yang berenang sambil menggunakan ban karet yang disewakan,  ada yang hanya sekedar selfie ada juga yang hanya berendam tanpa melakukan apa apa (meditasi kali). 

Pemandangan alami pun terasa.  Dari beberapa tempat peristirahatan yang tersedia,  kami memilih untuk berada di mulut leang.  Sembari menelusuri leang yang berjarak beberapa meter kedalam.  Gelap,  dengan suara gemuruh air.  Itu yang kami rasakan.  Tekstur gua sangat menarik,  hingga kami dihadapkan pada sebuah batu yang menampakkan kilauan berlian apabila terkena cahaya. Tak lupa kembali menjadikan batu itu background untuk foto. 

Kami tak sempat menikmati dinginnya air dengan mandi karena hari sudah sore.  Akhirnya kami memutuskan untuk kembali.  Dari 4 rencana kunjungan hanya dua yang terealisasi.  Lapangan golf dan sumpang bita ditunda dulu karena waktu yang terbatas.  Break untuk sore ini rumah ridwan yang ada tidak nauh dari lokasi ini "Dusun Majannang Pangkep" menikmati beberapa suguhan kue manarik untuk mengisi perut yang sedari tadi lapar ini 😁 😆.

Pangkep,  03 Januari 2016

Resolusi 2016 - Terus Berharap

17:39 2
Ada begitu banyak kenangan di tahun tahun yang telah berlalu, berbagai kisah, pengalaman, pencapaian, harapan (yang tercapai dan belum tercapai), impian yang tertunda, dan berbagai cerita ajaib yang meracuni tubuh, hingga racun itu dinetralisir oleh air kelapa yang menyegarkan dahaga. 

Tahun yang telah berlalu, menjadikan banyak kisah yang menjadi pembelajaran. Semakin tua umur kita, semakin banyak pula pengetahuan yang diketahui. Begitupun dengan ibadah yang dilakukan. Semakin hari ibadah harus semakin kuat. 

"Ada beberapa resolusi yang harus tercapai tahun ini". Beberapa ungkapan dari teman. Sebenarnya resolusi itu apa sih?. 
Resolusi adalah tujuan atau sesuatu yang hendak dicapai ditahun tahun kedepan. Dengan adanya tujuan, maka kita akan tahu apa yang harus dilakukan. Dengan kita mengetahui tujuan hidup kita didunia untuk menghamba kepada Allah, mengikuti sunnah rasul dan berpedoman kepada al-qur'an, kita akan mampu menangkap yang hal hal positif dan tidak salah langkah dalam memilih pillihan. Sebab, disetiap tahun tantangan hidup kita akan selalu berubah, semakin meningkat dan semakin melatih kesabaran. 

Resolusi adalah hal yang mampu menggerakkan kita kearah yang lebih baik dari hari dan tahun sebelumnya. Resolusi bisa dimulai dari hal terkecil, semisal bisa bangun pagi.
Resolusi 2016 : Bisa bangun Pagi
Bangun pagi adalah hal yang kurang menyenangkan bagi sebagian orang yang tidak mengetahui berkah subuh, dan tidak menghargai waktu. Berleha leha dikamar dengan guling dan selimut, Sampai telat ngantor, telat ngampus atau yang masih sekolah. Kepepet dan panik akhirnya.

Ada begitu banyak resolusi yang bisa dilakukan oleh seseorang, sesuai keinginan dan terget yang ingin diraih. Target itu harusnya relevan dengan kehidupan kita, tidak terlalu mewah dan tidak terlalu menggantungkan harapan kepada hal yang mustahil dan tidak menghasilkan banyak kebaikan bagi diri sendiri, atapun bagi ibadah kita. Semisal resolusi dibawah ini :

Resolusi yang simple

Semua cita cita tercapai. Asalkan disertai dengan kerja keras, ketekunan, dan ikhtiar. Cita - cita besar membutuhkan banyak pengorbanan, baik waktu, materi dan tenaga (fisik dan mental). Resolusi kedua pada gambar tersebut, adalah kebutuhan kaum hedoisme. Yang aktif di jejaring sosial membutuhkan resolusi tersebut, apalagi berbicara masalah ketenaran dan kepopuleran. Semoga dikabulkan harapan - harapan mereka untuk menjadi seperti artis *hehehe. 

Resolusi harusnya sejalan dengan status kita, dimana kita berada dan bidang apa yang kita geluti, Pastinya Resolusi untuk punya perlengkapan ski salju tidak mungkin harus diresolusikan oleh kita orang indonesia, karena Indonesia tidak terdeteksi akan turun salju di 2016 ini. Resolusi menghasilkan transformer baru tidak harus kita pikirkan jika kita bergelut di bidang akuntansi. Kalau resolusi nikah tidak diharamkan di belahan dunia manapun *hehehe.

Resolusi 2016
Segala tujuan dan harapan itu mudah mudahan tercapai oleh orang orang yang mempublikasikannya, sebagaimana pesan dalam buku ust. Yusuf Mansur ; Umur manusia tidak cukup untuk mempelajari semua ilmu, maka pelajari yang paling penting dari hal yang penting. Tekuni bidang ilmu yang sedang anda lakukan, kelolah kemampuan anda untuk menghasilkan anda yang seutuhnya. 

Ada beberapa resolusi menarik yang saya temukan di instagram (hastag : #resolusi2016). Jika kita ingin mengambil dna mengikuti beberapa resolusi terbaik itu tidak apa - apa. Asalkan seperti yang telah saya katakan tadi, Resolusi itu sesuai dengan kemampuan anda sendiri. Kalau saya pribadi, punya segudang resolusi 2016 yang hendak dicapai. Semoga kesampaian, Beberapa saya ingin bagi kepada sahabat :

- Tahajjud minimal 10 kali sebulan
- Dhuha minimal 20 kali sebulan
- Full sholat setahun
- Minimal 1 kali khatam al-qur'an setahun
- Mampu mengatasi Manajemen keuangan
- Menghasilkan satu novel.
- Beliin mesin cuci buat ibu. 
- IPK minimal 3.00
- Traveling (B, T, M, G)
- dll (Konsumsi sendiri)

Beberapa resolusi itu akan tercapai dari dukungan kerabat sekitar. Resolusi yang paling utama dalam hal ibadah, dan penghambaan kepada Allah Swt, karena tanpa nafas, dan kekuatan yang diberikan resolusi dan segala harapan tidak akan ada artinya. Sadar diri kepada hal yang harusnya dihilangkan dan segala kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan, saatnya berevolusi dari ultramen ke ultramen raksasa. *eh. berevolusi dari hal yang biasa ke hal yang luar biasa, dari iman yang biasa saja menjadi iman yang lebih bertakwa. Tetap semangat dan keep calm. Ganbatte bede.!

Home, 03 Januari 2016

Last Trip to Wisata Air Terjun Lacolla, Cenrana Maros

08:13 1
Air Terjun Lacolla Camba Maros
Subhanallah. Kata itu yang sempat terucap ketika melihat pemandangan menakjubkan dari air terjun tujuh susun ini. Wisata Lacolla seketika terpikirkan di hari terakhir libur 29 Desember 2015 ini.  Setelah melihat beberapa gambar dengan hastag #lacolla #waterfall di beberapa instagram sahabat, saya jadi tertarik ketempat ini.

Bersama Halim, Titi, Mas'ud dan Evi. Kami berangkat  ba'dah duhur dari Bantimurung. Meskipun hari itu hujan, semangat kami tetap seperti biasanya. Hujan adalah rejeki dari ilahi yang sepatutnya disyukuri bukan dikeluhkan. Dari hujan itu, melahirkan beberapa resolusi, seperti hadirnya jas hujan (mantel) jadi bersyukurlah.

Sempat beberapa kali dihantui niat untuk membatalkan trip ini. Tapi saling menyemangati terlampau sering menjadi obat kuat bagi yang berhati lemah. Akhirnya perjalanan pun dilanjutkan, dan sempat makan siang di wrumah makan bu' Fatimah, guru sekolah dulu. Dari situ sekitar pukul setengah tiga kami berangkat.  dengan bertanya kepada beberapa orang yang kami temui akhirnya kami pun dapat lorongnya.

Letak Air Terjun Lacolla
Air terjun Lacolla terletak di salah satu kawasan yang sangat asri di kabupaten Maros. Camba, daerah gunung dengan cuaca dingin dan pemandangan hijaunya. Sangat banyak misteri tempat tempat menarik di daerah ini. Baik untuk camping, hiking, Hangout, Sejarah, mistis dan yang paling menarik bisnis dari hasil pertanian, hutan, kayu dan tanahnya. kebanyakan masyarakat sekitar berprofesi sebagai petani disini, sambil memelihara beberapa jenis hewan ternak. 

Wisata Lacolla ini tepatnya berada di dusun Malaka, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Untuk menuju tempat ini di jl. Poros Maros - Bone, setelah melewati pasar Bengo dan Lapangan.akan ada papan nama gerbang emas di bagian kanan dari arah Maros. 
Gerbang Emas, gerbang masuk Lacolla.

Silahkan masuk pada kawasan tersebut. Awalnya anda akan disambut dengan jalan dengan gerigi batu putih, tapi pada bagian atas jalanan mulus segera menyambut. Menurut informasi yang kami terima hari itu. Jarak dari jalan poros ke lokasi air terjun sekitar 9 km. Tapi itu tak menyurutkan semangat kami. Kondisi jalan dengan tanjakan dan turunan cukup menjadi pewarna perjalanan kami.

Apa yang bisa dinikmati di wisata Lacolla?

Kampung yang asri di jarak yang jauh

Karena hujan baru saja usai, bau basah dari pepohonan dan atap seng warga yang ada disekitar jalan masih hangat terasa. Disana juga dapat disaksikan beberapa warga yang membawa buah buahan (pisang dan ubi) dari hasil kebunnya. Meskipun jalanan tak semuanya mulus, perjalanan kami dapat dinikmati dengan sedikit candaan di perjalanan, tak lupa mengabadikan beberapa moment ketika melintasi gerbang masuk di kawasan pemukiman penduduk desa Cenrana Baru. 

Gerbang Desa Cenrana Baru - Menuju Lacolla
Disana disaksikan gunung yang lebih dekat dari pandangan mata kami sebelumnya. Berselimut putihnya embun lekas hujan. dan akrabnya rumput hijau bersama sapi dan kuda yang berpijak padanya. Memasuki kampung di beberapa dusun ini, suasana keakraban begitu terasa, meskipun kami tidak bergabung dengan mereka kami dapat menyaksikan dari beberapa kumpulan anak - anak, orang tua, remaja, pemuda dan ibu ibu di kampung itu. Susunan rumah mereka rapi, dengan warna hidup dari cat nya.  Sungguh damai kampung ini, pasti dipimpin oleh pemimpin yang kreatif dan inovatif. Bagaimana tidak, lokasi yang begitu jauh untuk mendapat jangkauan modernisasi, tapi jalan setapaknya sudah beton, tatanan rumahnya begitu rapi, setiap rumah memiliki prinsip yang harus dijaga dari patok depan rumahnya. Kesan religius juga nampak dari kampung ini, dengan adanya masjid di tengah tengah kampung membuat beberapa dusun disini saling bersahabat dan saling menjalin silaturahmi.
Pemukiman Warga Malaka

Beberapa papan petunjuk menuju Lacolla

Air Terjun yang masih alami

Ada beberapa papan petunjuk arah menuju lacolla. Meski begitu kami tetap saja bertanya untuk memastikan, karena ada beberapa jalan pertigaan yang membuat kami bingung. Setelahsekitar 9 kilometer terlampaui, akhirnya  sampai pada jalanan yang tidak berbeton. inilah jalur sebenarnya yang harus kami lalui. Dengan rindangnya pepohonan dan tanah merah yang lengket karena basah menjadi rintangan kami, selain itu jalanan yang sedikit terjal membuat kami berlari lari kecil dan saling bahu membahu menggapai lantai dasar dari suara gemuruh air terjun.

Masih terlihat beberapa pengunjung yang baru saja menikmati alaminya lacolla. Untuk yang bertanya apakah tempat ini gratis, Iya memang tidak ada gerbang untuk loket pembelian karcis di wisata ini. Karena letaknya yang belum dijarah pemerintah menjadikan tempat ini masih gratis. Gratis untuk pemandangan yang seindah ini. Kita tak perlu membayar untuk menikmatinya, cukup menjaga dan memeliharanya. 

Sore itu, bersama hembusan derasnya gemuruh air yang jatuh menimpa batu batu besar yang ada dibawahnya. Menjadikan hari ini begitu berkesan dan berarti untuk diabadikan. ceprek, ceprek, tak lupa kami lakukan untuk mengabadikan moment indah ini. Dengan membawa sedikit cemilan, menikmati indahnya air terjun yang bersusun ini menjadi lengkap. Lelah diperjalanan seolah terbayar setelah merasakan dingin dan sejuknya air disini. 

Batu besar menjadi penghias sungai ini
Cuaca yang dingin sangat asik jika membawa hammock, menggantung dibeberapa sisi batang pohon dan tidur sejenak bisa melepas lelah anda. Saya pikir kami adalah pengunjung terakhir, ternyata masih banyak lagi pengunjung yang baru tiba, ada yang hanya sekedar menikmati pemandangan, mandi dan adapula yang camping disekitar wilayah ini. 

Setelah puas mengambil gambar dan menikmati hempasan air, kami pun kembali dengan menggenggam pengalaman dan merekam pemandangan dalam retina. Semoga tempat ini tetap asri dan alami, tanpa dirusak oleh tangan jahil manusia modern. 

Standing on stone


Aliran Sungai dari Air terjun

Sohib Tekaje Class





The last trip in december.
Syukron 29, Des 2015

Tamangura Bosowa dan Lokasi Peledakan Gunung Batu Bosowa

21:36 1
Bosowa Maros
Berlari selepas ngampus.  Sampai mengeluarkan Jurus.  Tapi tak mulus.  Meski begitu kita tetap Tulus.  😁😆.
Ya,  Tamangura adalah salah satu lokasi favorite kami kala ingin berada dan menikmati ketinggian.  Bukan pada gedung bertingkat seperti di Los Angeles,  tapi pada sebuah gunung.  Tamangura sebutannya.  Anda bisa menyatukan paket jalan jalan anda dari Rammang Rammang ke Tamangura karena jarak yang dekat dengan lokasi wisata kab.  Maros (Rammang-Rammang).   Anda akan melalui jembatan dan menyaksikan wisatawan mengendarai perahu ke rammang rammang. Anda bisa menikmati pemandangan lahan pertanian, rumah warga, pepohonan,  gunung batu,  gedung pencakar langit yang ada di Makassar,  pulau terdekat, laut dan masih banyak lagi. 

Kabupaten  Maros berada dalam kepalan tangan anda setelah mendaki kurang lebih 5 menit.  Tidak perlu waktu berjam jam bahkan berhari hari untuk menikmati pemandangan seindah ini.  Dakiannya pun bersahabat tidak perlu memakai sepatu khusus.  Asalkan bukan highils 😲.

Sebelum mencapai puncak, akan ada suguhan air alami dari sela bebatuan.  Mengalir ke bawah dengan tingkat kesejukan yang merasuk ke jari jari ketika membasuh tangan.

Sebenarnya lokasi ini sudah sering kami jadikan pelepas penat.  Tapi baru kali ini punya kesempatan untuk dishare. Letaknya di Kampung Samariga Desa Baruga.  Selain keindahan, Kita juga bisa merasakan kesan sakral di tempat ini.  Masyarakat sekitar menjadikan tempat ini untuk siara,  baik bagi pengantin baru,  maupun pada hari hari tertentu.
Sejarahnya Tamangura ini.  Saya dapat dari teman yang tinggal disekitar sini (Adi).  Konon katanya, di gunung ini dahulu ada beberapa orang yang membawa sapi dan kemudian mendorongnya, entah karena hal apa,  tapi masyarakat sekitar percaya bahwa sapi yang didorong tadi kembali. Keatas gunung dan kemudian menjadi batu.  Itu yang menjadikan batu ini kekal dan tak pernah jatuh meskipun sudah berada pada tepi gunung.  Tidak ada penahan ataupun pengganjal pada bagian depan dan belakangnya.  Juga tidak ada tali yang mengikatnya.  Itu salah satu bukti kekuasaan Allah.  Meskipun ada ledakan dari pabrik semen Bosowa.  Batu itu tetap bertahan dan tidak jatuh. 

Tamangura


Berbicara tentang semen.  Hari itu kami juga berkunjung ke lokasi peledakan batu yang dijadikan bahan dasar cipping dan semen. Setelah berkunjung ke rumah akbar yang ada di desa Bungaeja kec.  Bantimurung.  Kami menyempatkan diri untuk mengambil beberapa gambar *bukan selfie. Dilokasi yang dulunya sebuah gunung batu ini saat ini datar dengan dua mobil caterpilar dan beberapa batang pohon bekas ledakan.  Batu yang ada dijung pandangan terlihat retak membentuk sebuah rangkaian yang bisa dijadikan latar belakang berpose 😊. Cadangan gunung batu di Maros sangat banyak, semoga saja tidak habis, dan terus bermanfaat bagi peradaban ummat manusia.

Bekas Peledakan gunung batu
Masih ada mobil CAT menggali bebatuan
Pengikisan gunung Batu untuk dijadikan marmer
Selain melihat lokasi peledakan batu itu.  Juga terlihat proses pembuatan batu cipping menggunakan alat yang tidak saya ketahui namanya *lupa bertanya.  Di bagian kanan terlihat potongan gunung yang sangat mulus.  Itu lokasi pembuatan batu marmer.  Sangat menarik,  gunung batu itu menyerupai keju yang terpotong. Marmer itu dijadikan beberapa bahan jadi seperti keramik, asbak, hiasan patung dll.  Dikiri dan kanan perjalanan terlihat beberapa bekas galian mobil yang membentuk danau danau kecil akibat hujan,  airnya bersih dan menghijau.  Ternak masyarakat bebas merumput disana.  Selain itu asap dari pabrik proses pengolahan semen bosowa tak lepas dari pandangan.  Hingga atap rumah warga terlihat berkabut.  Mungkin karena debu pabrik. Debu tersebut terlihat sangat parah menutupi kala musim kemarau.  Untung saja hujan saat ini bisa membantu membersihkan atap rumah warga.
Ala2 Fotografi

Latar belakang ledakan batu

Akhir Kisah, Perjalanan hari ini ditutup dengan senja di pelupuk barat yang kami saksikan dari atas Tamangura. Dibawah gumpalan awan bercermin air dipersawahan..
Senja di Tamangura
Chua'-Nawir-Budi-Syukur 

Like this ya